Kami Mengucapkan Terimakasih kepada Semua Pihak yang telah membantu Menyukseskan Perhelatan Akbar
Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2009

di Jakarta 3 s.d. 9 Agustus 2009

Sampai Ketemu di OSN Tahun 2010 di Medan, Sumatera Utara

Headline News

NATIONAL NEWS

Translate Here

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini

Senin, Juli 06, 2009

Pemilu Satu Putaran Sulit, SBY dan JK Masuk Putaran Kedua

Minggu, 05 Juli 2009 20:33 WIB
Penulis : Dinny Mutiah

JAKARTA-MI: Pemilu satu putaran sulit terjadi karena kandidat nomor dua tidak akan menang mutlak. SBY dan JK diperkirakan akan masuk putaran kedua.

"SBY jelas unggul, memperoleh peringkat pertama tapi tidak mutlak. Sehingga sukar untuk hanya satu putaran," kata Sosiolog UI Tamrin Amal Tomagola kepada wartawan di Jakarta, Minggu (5/7).

Ia menjelaskan, piramida penduduk Indonesia terbagi atas tiga bagian, yakni penduduk atas, menengah dan bawah. Penduduk atas Indonesia meliputi 10 persen dari total penduduk Indonesia yang ia perkirakan akan menyumbang suara pada SBY. Selanjutnya, penduduk menengah Indonesia menempati 35 persen dari total penduduk yang setengahnya akan menjatuhkan pilihan pada SBY. Terakhir, ia perkirakan 25 persen penduduk bawah Indonesia dari 55 persen penduduk yang menempati piramida bawah akan memberikan suaranya pada incumbent.

Hal ini, ujarnya, disebabkan oleh pemberian BLT oleh pemerintah menarik simpati warga yang kesulitan.

"SBY akan ambil 10 persen kelompok atas. Kemudian, separuh dari kelompok menengah dan paling kurang 25 persen kelompok di bawah. Jadi, totalnya sekitar 42,5 persen. Tidak akan lewat dari 50 persen," jelasnya.

Bagaimana dengan peluang dua kompador lainnya? Menurut Tamrin, JK berpeluang menarik setidaknya 35 persen suara yang berasal dari kelompok menengah dan kelompok bawah. Sedangkan, kubu Mega-Prabowo akan menempati posisi buncit karena mengandalkan pendukung fanatik sebagai penyumbang suara, yakni masyarakat kelas bawah.

"Kampanye JK paling agresif dan masif, langsung ke akar rumput. Dia memanfaatkan jaringan sosial, ekonomi dan budaya. Dia mempunyai instalasi yang baik. Itu sebenarnya yang menyebabkan pertambahannya melesat," jelasnya.

Jika ingin menghambat laju SBY, ia berpendapat salah satu cara adalah pembersihan DPT secara benar. Banyaknya nama fiktif atau data yang meragukan berpeluang dimanfaatkan pihak yang memiliki otoritas untuk dimanipulasi. Selain itu, masyarakat diminta untuk memberikan hak pilihnya agar proporsi kemenangan SBY bisa lebih rendah.

"Itu bukan berarti ada pertambahan suara tetapi karena banyak golput, maka proporsi perolehan suara SBY bisa meningkat. Tidak ada jalan lain, harus memberikan suara," lanjutnya.

Terkait pelaksanaan pemilu kali ini, Tamrin menyatakan bahwa pilpres merupakan referendum atas kepemimpinan pemerintahan kali ini, apakah dihentikan atau dilanjutkan. Tidak hanya atas pemerintahan SBY, katanya, tapi terjadi pada semua incumbent di dunia.

"Itu terjadi pada semua incumbent di setiap pemilu. Itu yang sebenarnya terjadi," pungkasnya. (DM/OL-7)




Bookmark and Share


Berita terkait:



0 komentar:

Blogger template 'Purple Mania' by Ourblogtemplates.com 2008

Jump to TOP