Kami Mengucapkan Terimakasih kepada Semua Pihak yang telah membantu Menyukseskan Perhelatan Akbar
Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2009

di Jakarta 3 s.d. 9 Agustus 2009

Sampai Ketemu di OSN Tahun 2010 di Medan, Sumatera Utara

Headline News

NATIONAL NEWS

Translate Here

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini

Tampilkan postingan dengan label Munas Golkar 2009. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Munas Golkar 2009. Tampilkan semua postingan

Minggu, Oktober 04, 2009

Munas Golkar, Dukungan DPD II Jatim kepada Surya Paloh Diatas 60 Persen

Minggu, 04 Oktober 2009 16:17 WIB
Penulis : Mohammad Yakub

BOJONEGORO--MI: Sedikitnya 26 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat II Partai Golkar dari total 38 Kota, dan Kabupaten di Jawa Timu (Jatim) memastikan mengusung Surya Paloh untuk menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional (Munas) di Riau.

Bahkan, mereka juga bertekad menjadikan Surya sebagai calon presiden (capres) pada periode mendatang. Keputusan tersebut diambil dalam konsolidasi terakhir pendukung Surya di Hotel Westin, Nusa Dua, di Kabupaten Badung, Bali dalam dua hari terakhir.

Ke 26 DPD II tersebut di antaranya wilayah tingkat II Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Magetan, Jember, Banyuwangi, Gresik, Ngawi, Jombang, Nganjuk, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Kota Mojokerto, Mojokerto, Sumenep, dan Bangkalan.

Ketua DPD II Partai Golkar Bojonegoro, M Thalhah menjelaskan, keputusan untuk mendukung Ketua Dewan Penasehat Partai Golkar untuk maju menjadi Ketua umum DPP Partai Golkar disebabkan Surya adalah figur yang bersih.

"Ini mulanya adalah murni dorongan teman-teman dari bawah.Namun, setelah adanya desakkan grass root akhirnya beliau bersedia maju dalam munas," tegasnya, kepada Media Indonesia, Minggu (4/10).

Menurutnya, keputusan tersebut adalah hasil konsolidasi seluruh DPD II di Indonesia selama dua hari terakhir di Hotel Westin, Nusa Dua, Badung, Bali. Khusus DPD II di Jatim, lanjutnya, memprediksi suara yang masuk pada Surya lebih dari 26 DPD II dari total 38 Kota dan Kabupaten seluruh Jatim.

"Kami memprediksi dari Jatim dukungan kepada Pak Surya diatas 60 persen," tegas Thalhah yang juga Rektor Universitas Bojonegoro ini. Dia mengungkapkan, untuk DPD Bojonegoro misalnya, keputusan untuk mendukung Surya adalah hasil akhir rapat pengurus.Ini berbeda dengan Banyuwangi,terang Thalhah, pada kepengurusan DPD II pesisir timur Jawa tersebut pengurus menghendaki mengusung Surya. (YK/OL-02)





Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

DPD Golkar Tasikmalaya Dukung Surya Paloh Jadi Ketum


Minggu, 04 Oktober 2009 14:49 WIB

TASIKMALAYA--MI: Dukungan kepada Surya Paloh terus menguat dan pada Minggu DPD Partai Golkar Tasikmalaya (Jawa Barat) menyatakan dukungan kepada Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar itu sebagai ketua umum Partai Golkar dan berharap Surya menang dalam munas di Riau 4-7 Oktober.

"Kalau saya amati Pak Surya Paloh lebih cocok, menjadi Ketua Umum Golkar," kata Penasihat Partai Golkar DPD Tasikmalaya, Adang Rosman, di Tasikmalaya, Minggu.

Menurut dia, Surya Paloh memiliki visi-misi yang berkomitmen untuk mengembalikan kejayaan Golkar.

Diharapkan ketua umum Golkar yang baru mampu mengembalikan suara dukungan rakyat dan mempersatukan permasalahan internal sehingga Partai Golkar kembali jaya dan mampu memenangkan Pemilu 2014.

"Diperlukan adanya figur yang mempunyai idealisme yang tinggi, bukan untuk pribadi tapi untuk kebesaran Golkar dan kembalinya kejayaan Golkar," kata Adang, mantan Bupati Tasikmalaya selama dua periode.

Sementara itu, kata Adang dukungannya kepada Surya Paloh karena sepakat terhadap tujuan visi-misi yang ingin menjadi Partai Golkar yang mandiri dengan harapan kejayaan Golkar di tahun sebelumnya dapat diraih kembali.

Menurut dia, Partai Golkar sudah waktunya melakukan gerakan oposisi yang positif untuk membangun kembali partai yang sudah besar agar tidak ditinggalkan oleh dukungan rakyat.

"Kembali ke jati dirinya, jangan terlalu terlibat dengan pemerintah karena dikhawatirkan tidak kritis lagi," kata wakil ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya.

Menurut dia, suara dukungan kepada Surya Paloh cukup berpeluang untuk memenangkan menjadi Ketua Umum Partai Golkar di Munas 2009, asalkan memilih dengan hati nurani bukan memilih karena materi.

Jika calon ketua memenangkan pertarungan dengan cara materi maka dikhawatirkan tujuan Partai Golkar menjadi partai politik yang besar dengan suara dukungan rakyat yang banyak tidak tercapai.

"Kalau semua itu betul-betul dipilihnya dengan nurani bukan karena uang," katanya.

Menurut dia, sosok Surya Paloh dinilai memiliki jiwa kepemimpinan yang dapat dipercaya, dengan memiliki komitmen yang kuat mengembalikan kejayaan Golkar dan membangun bangsa Indonesia.

"Saya kenal Surya Paloh, orangnya seperti dilihat tampangnya 'Seureum' tapi dia memiliki jiwa yang ramah, terlihat kalau ketemu orang disapa, disalamin," katanya. (Ant/OL-02)





Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

Munas Golkar Terancam Minus 6 Daerah


Jumat, 2 Oktober 2009 | 18:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilik suara di 6 daerah yang dianggap bermasalah, hingga kini masih belum jelas nasibnya apakah akan ikut serta dalam Musyawarah Nasional (Munas) VIII Partai Golkar, di Pekanbaru, Riau nanti. Sekjen Partai Golkar Sumarsono merinci enam daerah bermasalah tersebut yakni, Binjai (Sumatera Utara), Langkat (Sumatera Utara), Morotai (Maluku Utara), Batam (Kepulauan Riau), Halmahera Tengah (Maluku Utara) dan Sukoharjo (Jawa Tengah).

"Ini semua bermasalah karena DPD II sering ada beda pendapat dengan DPD I terkait pemberian suara. Tetapi Insya Allah nanti sudah clear semua masalahnya," kata Sumarsono, Jakarta, Jumat (2/10).

Sejauh ini ada 536 pemilik suara yang akan menentukan Ketua Umum Partai Golkar yang baru dalam Munas nanti. Pemilik suara itu terdiri dari satu Dewan Pimpinan Pusat (DPP), 33 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat I yang berkedudukan di provinsi, 492 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat II yang berkedudukan di kabupaten/kota, dan 10 organisasi massa. "Yang 6 daerah bermasalah tadi dicoret. Jadi belum dihitung," cetusnya.

Nantinya, Sumarsono melanjutkan, enam daerah bermasalah ini akan dilaporkan kepada Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla untuk diambil keputusan.


ANI

Sumber: Kompas




Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

Munas Golkar Dijadikan Ajang Galang Dana

Jumat, 2 Oktober 2009 | 17:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Musyawarah Nasional VIII Partai Golkar yang akan digelar 4-8 Oktober 2009 mendatang, akan dijadikan ajang penggalangan dana untuk membantu korban gempa di Sumatera Barat. Demikian disampaikan Ketua Steering Comitee Munas Golkar Syamsul Muarif, Jumat (2/10).

"Munas akan membangun solidaritas dalam mengumpulkan dana yang akan disumbagkan kepada saudara-saudara yang terkena musibah di Sumbar," kata Syamsul, saat jumpa pers persiapan Munas VIII Golkar, di Hotel Peninsula, Jakarta.

Menurut Syamsul, dana yang terkumpul akan disumbangkan langsung kepada korban gempa di Sumatera Barat. Dia berharap sumbangan tersebut dapat membantu meringankan beban bagi korban gempa.

Lebih jauh, dirinya menegaskan gempa di Sumbar tidak merembet ke Riau, tempat Munas akan digelar. Karena itu, Munas partai Golkar tidak akan di tunda pelaksanaannya. Di samping itu, persiapan Munas sudah rampung sehingga banyak masalah yang akan timbul jika tiba-tiba diundur.

"Semuanya sudah siap,kita tidak sanggup kalau ada sesuatu (ditunda) karena persiapannya sudah terlampau jauh," tandasnya.


ANI

Sumber: Kompas




Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

Ketua Umum Golkar Ditentukan oleh 536 Suara


Jumat, 2 Oktober 2009 | 17:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 536 pemilik suara akan menentukan siapa pengganti Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla dalam Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar pada 5-8 Oktober 2009.

Pemilik suara itu terdiri dari satu Dewan Pimpinan Pusat (DPP), 33 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat I yang berkedudukan di provinsi, 492 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat II yang berkedudukan di kabupaten/kota, dan 10 organisasi massa. "Sebelumnya menyangkut suara ini memang ada dinamika, tetapi kemudian sudah clear dan disetujui untuk DPP, DPD I, DPD II, dan ormas masing-masing berhak 1 suara," jelas Ketua Steering Comitee Munas Golkar Syamsul Muarif, Jakarta, Jumat (2/10).

Syamsul menjelaskan ada empat materi Munas yang berlangsung di Pekanbaru, Riau nanti. Yakni, pembahasan jadwal acara dan tata tertib, pembahasan AD/ART, pembahasan program umum lima tahun ke depan, dan pembahasan pernyataan politik Munas dan Partai Golkar. "Untuk tata tertib Munas dan Tata cara pemilihan Ketua Umum Partai Golkar dipisahkan. Ini sangat krusial pembahasannya," tuturnya.

Kemudian, lanjutnya, soal pembahasan pernyataan politik juga tidak kalah krusial. Karena akan membahas soal sikap Partai Golkar dalam pemerintahan nanti. Apakah akan menempatkan posisi netral, oposisi, atau cenderung koalisi. "Terserah pada Munas untuk memberikan garis. Dinamika Munas yang akan menentukan," tandasnya.


ANI

Sumber: Kompas




Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

Tommy Soeharto Akan Terganjal Di Munas VIII Golkar?


Jumat, 2 Oktober 2009 | 16:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Upaya Tommy Soeharto untuk melenggang maju sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar tampaknya akan terganjal aturan soal persyaratan menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Pasalnya, ada beberapa persyaratan yang harus diserahkan dalam Musyawarah Nasional VIII Partai Golkar nanti, termasuk harus memiliki prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela yang harus menyertakan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

"Bakal calon Ketua Umum Partai Golkar harus memenuhi persyaratan, termasuk melengkapi catatan bebas kriminal SKCK dari kepolisian," kata Ketua Steering Comitee (SC) Munas VIII Golkar. Syamsul Muarif, di Hotel Peninsula, Jakarta, Jumat (2/10).

Syamsul menjelaskan, bakal calon Ketua Umum Partai Golkar harus mendaftarkan diri di Munas nanti dengan menyerahkan persyaratan. Antara lain, merupakan kader Golkar, harus pernah menjadi pengurus ataupun pembina Golkar, serta memiliki prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela.

Nantinya, seluruh persyaratan disampaikan ke Ketua Munas untuk kemudian diteruskan kepada tim verifikasi. Tim verifikasi inilah nantinya yang akan melakukan verifikasi bakal calon mana yang dianggap memenuhi syarat dan dinyatakan lolos. "Kalau verifikasi dinyatakan lolos, maka dinyatakan sebagai bakal calon yang memenuhi syarat," terangnya.

Kemudian, lanjut Syamsul, bakal calon yang dianggap telah memenuhi syarat tersebut diserahkan kepada Munas untuk diambil voting. Bakal calon yang mendapatkan suara oleh Munas dan lebih dari 30 persen maka dinyatakan sah sebagai calon sah ketua umum Golkar. Jika ada calon sah lebih dari satu, maka akan dilakukan pemungutan suara lagi. Calon yang memperoleh suara lebih dari 50 persen, maka akan ditetapkan menjadi Ketua Umum.

Namun, jika tidak ada yang mendapatkan 50 persen suara, maka akan dilakukan pemungutan suara ulang. "Kalau tidak ada yang memenuhi 50 persen, maka dilakukan pemungutan ulang," tandasnya.


ANI

Sumber: Kompas




Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

1.095 Peserta Akan Ikuti Munas VIII Golkar

Jumat, 2 Oktober 2009 | 16:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 1.065 perserta dipastikan mengikuti Musyawarah Nasional VIII Partai Golkar, di Riau nanti. Ketua Organizing Comitte (OC) Munas Partai Golkar Fathomi Asaari merinci, dari jumlah tersebut ada sekitar 890 perserta dari DPD II, sekitar 165 perserta dari DPD I, 92 peserta dari DPP, dan 10 perserta dari ormas. "Peserta resmi ada 1.065 peserta. ID yang sudah dibuat merujuk pada itu 1.065," ujar Fathomi, saat jumpa pers, di Hotel Peninsula, Jakarta, Jumat (2/10).

Nantinya, tambah Fathomi, peserta tersebut akan menginap di 11 hotel bersama dengan wartawan. Fathomi mengatakan sejauh ini persiapan Munas VIII telah selesai dan siap dilaksanakan. Pihaknya juga telah memastikan daerah yang akan digunakan Munas nantinya tidak terkena dampak dari bencana gempa Sumatera Barat sehingga Munas dapat berjalan lancar.

"Pelaksanaan mungkin sudah tidak ada masalah kita juga sudah cek ke Gubernur sampai saat ini kita harapkan bencana itu tidak merembet," tuturnya.

Ketua Steering Comitee (SC) Munas Golkar Syamsul Muarif mengatakan Munas akan digelar pada 4-8 Oktober 2009 dan akan dibuka oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla dan akan ditutup juga olehnya namun dengan kapasitasnya sebagai Wakil Presiden. "Kan nanti penutupan tanggal 8 malam, jadi JK sudah menjadi mantan Ketua Umum. Jadi akan ditutup oleh Jk tetapi sebagai wapres," jelasnya di tempat yang sama.

Munas hari pertama akan diawali dengan bazar dan malam pertemuan selamat datang dari tuan rumah pada 4 Oktober 2009. Pembukaan Munas sendiri baru akan dilakukan pada 5 Oktober 2009 malam. "Tanggal 5 itu kan ketua umum sekaligus wapres masih harus menghadiri HUT TNI. Jadi, pembukannya baru 5 malam," tandasnya.


ANI

Sumber: Kompas




Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

Perang Baliho di Pekanbaru, Ical Menang Telak

Minggu, 4 Oktober 2009 | 16:02 WIB

PEKANBARU, KOMPAS.com - Perhelatan akbar Partai Golkar akan dimulai Senin Besok (5/10). Kota Pekanbaru dipenuhi bendera Golkar warna kuning dan beratus baliho (spanduk), baik baliho Abu Rizal Bakrie maupun Surya Paloh. Tak ketinggalan Baliho Gubernur Riau.

Masing-masing baliho memasang foto terbagus dari pemiliknya dengan kalimat-kalimat promosi. seperti di baliho Abu Rizal Bakrie tertera kalimat, ’Berkarya Terus Untuk Masa Depan’. Sementara di baliho Surya Paloh hanya tertera kalimat ’Calon Ketua Umum Golkar’, tetapi ada nama-nama DPD yang diklaim mendukungnya sebagai Ketua Umum Golkar.

Baliho dan bendera Golkar ini terlihat mencolok mata begitu memasuki Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Demikian juga di Jalan Arifin Ahmad, Jalan Sudirman dan Jalan Diponegoro.

Di bandara ada delapan baliho yang terbentang dan enam diantaranya bergambar Aburizal Bakrie (Ical). Sedangkan dua baliho lainnya milik Surya Paloh dan Tommy Soeharto. Kalau Ical dan Paloh memasang spanduk berukuran raksasa, Tommy cukup puas dengan spanduk kain berukuran 1x6 m yang dibubuhi foto kecil dirinya.

Jika dihitung sejak dari Bandara, kemudian belok ke jalan Arifin Ahmad, mutar lagi ke Jalan Sudirman, memang dari segi junmlah baliho Abu Rizal Bakrie paling banyak, ratusan jumlahnya. Tommy selain di bandara malah tak ada balihonya. Sedangkan Surya Paloh demikian juga.

Dipersimpangan Jalan Sudirman dan Jalan Nangka, ada tiga baliho besar, dua milik Abu Rizal Bakrie dan satu milik Surya Paloh. Dalam perang baliho Abu Rizal bakrie memang menang telak.

Ketika ditanyakan ke pihak DPD Golkar Riau apakah banyaknya baliho Abu Rizal Bakrie ini pertanda tuan rumah berpihak kepada calon Ketum yang saat ini menjbat sebagai Menko Kesra, tak ada yang berani menjawab.

Saat ditanya kepada Ketua DPD Golkar Riau yang juga Gubernur Riau HM Rusli Zainal, dia hanya tertawa dan menyatakan siapa yang terpilih adalah yang terbaik dan ditentukan dalam Munas nanti.

"Kita dukung siapa yang terbaik untuk dipilih jadi Ketum Golkar. Yang jelas figurnya harus mampu memimpin dan punya pengalaman berorganisasi serta mengakomodir kepentingan orang banyak," ujar Rusli bijak.

Munas ke VIII Golkra ini akan dilaksanakan di Hotel Bintang Lima Labersa yang terletak sekitar 15 menit perjalanan berkendaraan dari bandara Sultan Syarif Kasim II. Pembukaannya akan dilangsungkan besok malam pukul 20.00 WIB oleh Ketum Golkar Jusuf Kalla.

MBK

Sumber : Antara/Kompas






Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

Blogger template 'Purple Mania' by Ourblogtemplates.com 2008

Jump to TOP