Kami Mengucapkan Terimakasih kepada Semua Pihak yang telah membantu Menyukseskan Perhelatan Akbar
Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2009

di Jakarta 3 s.d. 9 Agustus 2009

Sampai Ketemu di OSN Tahun 2010 di Medan, Sumatera Utara

Headline News

NATIONAL NEWS

Translate Here

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini

Tampilkan postingan dengan label Kasus Manohara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kasus Manohara. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Juni 20, 2009

Media Malaysia Terus Beritakan Kasus Manohara

Senin, 15 Juni 2009

Sejumlah media di Malaysia masih terus memberitakan kasus Manohara dan Tengku Muhammad Fakhry. Berita Harian misalnya, melansir laporan Fakhry ke polisi yang menyangkal telah menganiaya istrinya.

Salah satu media yang cukup berpengaruh di Malaysia tersebut mengutip komentar Fakhry atas laporannya ke polisi. “Saya ingin melaporkan bahwa tuduhan yang timbul atau dilemparkan terhadap saya melalui media massa Indonesia dan Malaysia, serta negara lain oleh Manohara dan ibunya, Daisy Fajarina adalah fitnah dan pembohongan yang amat besar,” kata Tengku Muhammad Fakhry dalam laporan polisi yang dibuatnya. Ketua Polis Kuala Lumpur, Datuk Wira Muhammad Sabtu Osman mengesahkan menerima laporan itu dan sudah mengambil keterangan Tengku Muhammad Fakhry.

Sementara itu, Malaysiakini.com juga mengulas kasus yang dialami Manohara dan Fakhry. Dalam salah satu tulisannya, situs negeri jiran ini mengutip komentar nara sumber mereka yang menyatakan agar menyerahkan kasus ini ke polisi dan meminta para menteri untuk menahan diri dalam mengeluarkan komentar.

Uda

Sumber: Tabloid Nova



Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

'Pihak Kelantan Panik'


Jumat, 12 Juni 2009

Pernyataan Dubes Indonesia untuk Malaysia, Da'i Bachtiar bahwa Manohara tidak perlu meminta maaf secara pribadi melainkan melalui media massa, ditanggapi oleh salah seorang kuasa hukum Manohara, Farhat Abbas.

"Ini bukan saat yang tepat meminta maaf. Sekarang yang penting bagaimana negara aktif dan tidak lamban," ujar Farhat ketika dihubungi tabloidnova.com, Jumat, (12/6).

Sementara itu terkait kabar rencana pihak Tengku Fakhry menggugat balik Manohara, Farhat menilai hal tersebut hanya bentuk kepanikan dari pihak Kelantan. "Itu untuk mengalihkan isu," pungkas Farhat.

Lantas, bagaimana dengan status tawaran kontrak Manohara dengan sebuah production house? "Saya belum dengar," ucap Farhat menutup pembicaraan.

Astri


Sumber: Tabloid Nova



Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

Hotman Paris Hutapea : "Manohara Diperkosa di Kapal Pesiar"


Rabu, 17 Juni 2009

Manohara didampingi ibu dan pengacaranya, Hotman Paris Hutapea, tiba di Bareskrim Mabes Polri, tepat jam 11.00 Wib, Rabu (17/6). Hotman menjelaskan, kedatangan mereka untuk menyerahkan bukti yang sudah diperoleh.

"Agendanya menyerahkan bukti tiket kapal pesiar dimana Mano pernah diperkosa Fakhry. Pada waktunya kami akan menyerahkan bukti-bukti telepon genggam Mano yang berisi gambar penyiksaan. Kami juga akan mendatangkan tokoh dari Malaysia yang akan memfasilitasi kasus ini," kata Hotman.

Manohara sendiri menegaskan, ia sangat serius menghadapi kasus ini. "Buktinya hari ini harusnya syuting, tapi karena harus membuat BAP, jadinya saya harus kesini," ucapnya.

Isna

Sumber: Tabloid Nova



Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

Sabtu, Juni 06, 2009

Manohara Odelia Pinot

Manohara Odelia Pinot
Perempuan
Jakarta, 28 Februari 1992




Biografi :

Manohara Odelia Pinot adalah model belia kelahiran Jakarta, 28 Februari 1992. Lahir dari seorang ibu keturunan bangsawan Bugis, Daisy Fajarina dan ayah berkebangsaan Perancis, Reiner Pinot Noack, tak heran jika Manohara, nama panggilannya, mewarisi wajah dan bentuk tubuh yang rupawan.

Namanya mulai melambung saat masuk ke dalam daftar 100 Pesona Indonesia oleh Majalah Harper's Bazaar. Di usia yang masih belia ia sudah memiliki cita-cita mulia, yakni mempunyai sebuah yayasan sosial, guna membantu sesamanya yang kurang mampu.

Sayangnya kehidupan model yang menyukai belajar bahasa dan seni ini tak seindah yang dibayangkan sebelumnya. Manohara harus menikah muda dengan seorang pangeran dari Malaysia, Tengku Muhammad Fakhry di usianya yang masih 16 tahun.

Hal ini bermula dari pertemuan Manohara dengan Tengku Fakhry di bulan Desember 2006. Mereka dipertemukan dalam acara jamuan makan malam. Dari situlah, sang pangeran jatuh hati. Meski terpaut selisih usia, namun akhirnya kedua insan ini berpacaran dengan seijin ibunda Manohara, Daisy.

Tak lama setelah itu, Tengku Fakhry menyatakan keinginannya untuk memperistri mantan kekasih Ardie Bakri ini. Pada 17 Agustus 2008, Manohara beserta keluarga berangkat ke Malaysia atas undangan keluarga Tengku Fakhry.

Meski terkesan terlalu cepat dan sempat tidak menyetujui, namun akhirnya pasangan ini menikah pada 26 Agustus 2008. Ternyata pernikahan ini tak seindah bayangan sang Bunda, Daisy. Manohara ternyata tak bahagia dan kabur ke Jakarta melalui Singapura pada akhir 2008.

Mengetahui sang istri kabur, Tengku Fakhri berusaha membujuk sang istri untuk kembali pulang. Tak tanggung-tanggung, sang pangeran menghadiahi Manohara dengan sebuah mobil di hari ulang tahun Manohara pada 25 Februari 2009.

Tak hanya membujuk sang istri, Tengku Fakhry berusaha mengambil hati keluarga Manohara pula. Sang pangeran mengajak Manohara beserta keluarga untuk umroh di akhir Februari 2009. Di sinilah mulai terjadi peristiwa yang membuat sang bunda kalang kabut. Saat pulang, keluarga Manohara ditinggal begitu saja, sedang Manohara dan sang suami sudah dinaikkan ke pesawat.

Sekembalinya ke tanah air, pada pertengahan Maret 2009, Daisy melaporkan kejadian ini kepada Raja Kelantan, Malaysia namun tidak ada respon hingga saat ini. Bahkan Daisy mendapatkan pencekalan di Malaysia.


Baca Juga:
Kasus Manohara
Kronologi Hilangnya Manohara
Deplu Dukung KBRI Malaysia Tuntut Manohara
Manohara Tak Gentar Disomasi Deplu
Daisy Fajarina: Emang Kenapa Sih Dugem?
Kristina: Manohara Berlebihan!
Manohara Ternyata Sempat Divisum
Polisi Pegang Foto Bukti Suntikan di Punggung Mano
Manohara Gelar Preskon Tengah Malam



Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

Kronologi Penanganan Kasus Manohara Oleh KBRI Kuala Lumpur


Jumat, 05/06/2009 02:25 WIB

Ramdhan Muhaimin - detikNews

Kuala Lumpur - Drama Manohara Odelia Pinot masih menyita perhatian publik di Tanah Air dan terus menghangat. Model cantik yang berhasil lari dari Kesultanan Kelantan tersebut tidak saja menuduh Pangeran Kelantan telah melakukan kekerasan, tapi juga mempermasalahkan sikap KBRI Kuala Lumpur yang terkesan tidak melindungi.

KBRI Kuala Lumpur membantah semua tuduhan Manohara dengan mengungkapkan langkah-langkah yang telah dilakukan. Inilah kronologi penanganan kasus Manohara yang telah dilakukan KBRI Kuala Lumpur berdasarkan rilis yang diterima detikcom, Kamis (4/6/2009).

14 Maret 2009
a. Duta Besar RI Malaysia ditemui oleh Daisy Fajarina di Bogor, untuk
menyampaikan masalah yang menimpa putrinya, Manohara, yang menikah dengan salah satu putra Sultan Kelantan.
b. Mendengar laporan tersebut, Duta Besar RI menyarankan untuk melaporkan masalah tersebut kepada Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri.
c. Untuk memfasilitasi pelaporan tersebut, Duta Besar RI menghubungi Kabareskrim Polri agar dapat menerima Daisy.
d. Duta Besar RI Malaysia menyatakan kepada Daisy Fajarina akan menindaklanjuti permasalahan tersebut di Kuala Lumpur.

19 Maret 2009
a. Daisy Fajarina bermaksud datang menemui Manohara di Malaysia, namun yang bersangkutan dicekal oleh pihak Imigrasi Malaysia di Kuala Lumpur International Airport.
b. Atas pencekalan tersebut, Duta Besar RI memberikan arahan kepada Senior
Liaison Officer (SLO) Polri KBRI untuk memfasilitasi, mengurus dan mengantar Daisy hingga menaiki pesawat untuk kembali ke Jakarta.
c. Duta Besar RI juga memberikan arahan kepada Fungsi Konsuler untuk melakukan pendekatan kepada pihak Kesultanan Kelantan, agar Duta Besar RI dapat menemui Sultan Kelantan.
d. Dalam komunikasi melalui telepon, pihak Kesultanan Kelantan menyampaikan
Sultan sedang sibuk dan menyarankan agar KBRI Kuala Lumpur mengirimkan surat permintaan resmi.

27 Maret 2009
a. KBRI Kuala Lumpur menerima faksimil dari Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia & Badan Hukum Indonesia (PWNI & BHI), Deplu yang meneruskan surat pengaduan Daisy.
b. Laporan ini digunakan sebagai referensi oleh KBRI Kuala Lumpur untuk
ditindaklanjuti.

2 April 2009
a.Dua orang utusan Kantor Pengacara OC Kaligis yang bertindak selaku pengacara Daisy, datang ke KBRI Kuala Lumpur dan bertemu dengan Duta Besar RI, yang didampingi oleh Ketua Satgas Pelayanan dan Perlindungan WNI (PPWNI) KBRI Kuala Lumpur dan SLO Polri.
b. Kedatangan mereka untuk melakukan konsultasi dengan Duta Besar RI dalam menyelesaikan masalah Manohara.

6 April 2009
Fungsi Konsuler KBRI menyampaikan surat resmi kepada Kesultanan Kelantan, mengenai permintaan Duta Besar RI bertemu dengan Sultan Kelantan serta menanyakan kondisi Manohara.

8 April 2009
Kesultanan Kelantan melalui surat menjawab bahwa jadwal Sultan cukup padat sehingga belum dapat menerima kunjungan Duta Besar RI, dan menjelaskan bahwa kondisi Manohara baik-baik saja.

9 April 2009
KBRI Kuala Lumpur menerima faksimil dari Direktorat PWNI & BHI, Deplu yang
meneruskan surat dari OC Kaligis kepada Menteri Luar Negeri RI mengenai bantuan perlindungan terhadap Manohara.

16 April 2009
a. Duta Besar RI mengirimkan first person note kepada Menlu Malaysia, untuk
meminta klarifikasi mengenai tidak diperkenankannya Daisy bertemu dengan anaknya (Manohara) serta pencekalan imigrasi Malaysia yang menyebabkan Daisy tidak bisa masuk wilayah Malaysia.
b. Surat tersebut belum dijawab secara resmi oleh Menlu Malaysia.

23-24 April 2009
a. Saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Anifah Bin Hj. Aman, Duta Besar RI mendapat penjelasan dari Menlu Malaysia bahwa status pencekalan terhadap Ibu Daisy telah dicabut.
b. Informasi tersebut selanjutnya telah disampaikan kepada Daisy melalui SLO Polri KBRI Kuala Lumpur. Namun Daisy menyatakan keberatan untuk datang ke Malaysia dengan alasan masih trauma dan kuatir ditangkap Polisi Malaysia. Beliau meminta agar dapat bertemu dengan Manohara di tempat/negara yang netral.
c. Dalam konferensi pers di Jakarta, Perdana Menteri Malaysia Dato' Sri Najib Tun Razak menyampaikan bahwa Daisy tidak dilarang masuk ke Malaysia.

30 April 2009
KBRI Kuala Lumpur mengirimkan berita faksimil ke Jakarta melaporkan mengenai
perkembangan kasus Manohara.

3 Mei 2009
Presiden RI telah menghubungi Duta Besar RI melalui telepon dan menanyakan
penanganan kasus ini. Duta Besar RI secara rinci telah melaporkan dan menjelaskan langkah-langkah yang diambil KBRI. Selanjutnya Presiden memberikan arahan agar dilakukan tindakan dan penanganan yang tepat agar antara peran negara dan hubungan keluarga dapat selaras, dalam rangka mencari solusi yang terbaik.

6 Mei 2009
a. Bertempat di KBRI Kuala Lumpur, Duta Besar RI, didampingi oleh Wakil Kepala Perwakilan dan Ketua Satgas PPWNI menerima kunjungan 3 orang utusan Kesultanan Kelantan yang dipimpin oleh Engku Rajhan Bin Engku Ismail, Sekretaris Khusus Kesultanan. Duta Besar RI menegaskan 2 (dua) permintaannya, yaitu: (i). agar dibuka kembali hubungan komunikasi antara Ibu Daisy dan Manohara, (ii). meminta agar pejabat KBRI dapat menemui langsung Manohara dan memastikan bahwa kondisinya baik-baik.
b. Menanggapi permintaan tersebut, pihak utusan Kesultanan Kelantan menyatakan bahwa pejabat KBRI dipersilakan untuk datang ke Kelantan, namun tidak diperkenankan untuk melakukan wawancara dengan Manohara.
c. Menanggapi hal tersebut, Duta Besar RI menyatakan keberatannya dan tetap
menuntut agar pejabat KBRI dapat berbicara langsung dengan Manohara. Utusan Kesultanan Kelantan tersebut berjanji akan menyampaikan permintaan tersebut dan segera akan memberikan jawaban.

14 Mei 2009
a. Pada saat menunggu kedatangan PM Malaysia di Airport Sam Ratulangi Menado, Duta Besar RI telah berbicara dengan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Dato' Zainal Abidin Moh. Zain dan meminta agar dapat diperoleh jaminan dari Perdana Menteri Malaysia agar pihak berwajib Malaysia tidak akan menangkap Daisy apabila yang bersangkutan datang kembali ke Malaysia.
b. Pada kesempatan jamuan Gala Dinner dalam rangka Coral Triangle Initiative
Summit, Duta Besar Malaysia menyampaikan kepada Duta Besar RI penegasan PM Malaysia bahwa Polisi Malaysia tidak akan menangkap Daisy apabila yang bersangkutan ingin berkunjung ke Malaysia. Dan diinformasikan, bahwa Sultan Kelantan jatuh sakit. Dengan kondisi Sultan Kelantan yang sakit serius, mempengaruhi upaya untuk dapat bertemu dengan Sultan dan Manohara sendiri.
c. Informasi tersebut juga kemudian telah disampaikan kepada Daisy, namun yang bersangkutan tetap meminta agar pertemuan dengan Manohara dilakukan di negara ketiga yang netral.

26 Mei 2009
Dalam pertemuan Duta Besar RI dengan Menteri Pertahanan Malaysia Dato’ Seri Ahmad Zahid Bin Hamidi mengenai kerjasama pertahanan, Menhan Malaysia mengawali pembicaraan dengan menanyakan mengenai kasus Manohara. Duta Besar RI meminta agar (i) hubungan komunikasi Daisy dan Manohara tidak diputus dan, (ii) menyampaikan harapan agar pejabat KBRI dapat menemui langsung Manohara. Menteri Pertahanan Malaysia mengatakan akan membantu mempertemukan Daisy dengan Manohara karena beliau mempunyai hubungan dekat dengan Kesultanan Kelantan.

Dalam kesempatan yang sama, KBRI Malaysia juga mengklarifikasi sejumlah tuduhan penyuapan yang dituding oleh Manohara. KBRI siap jika memang tuduhan yang diutarakan Manohara terbukti benar. Jika salah, Manohara dituntut untuk meminta maaf di depan publik.

Jika tidak ditanggapi, KBRI akan segera melakukan somasi kepada Manohara. Lembaga ini dinilai adalah institusi resmi dari sebuah negara yang harus dijaga harga dirinya.
(rmd/mok)

Sumber: detikNews


Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

Blogger template 'Purple Mania' by Ourblogtemplates.com 2008

Jump to TOP