Kami Mengucapkan Terimakasih kepada Semua Pihak yang telah membantu Menyukseskan Perhelatan Akbar
Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2009

di Jakarta 3 s.d. 9 Agustus 2009

Sampai Ketemu di OSN Tahun 2010 di Medan, Sumatera Utara

Headline News

NATIONAL NEWS

Translate Here

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini

Tampilkan postingan dengan label Kabar Rani Juliani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar Rani Juliani. Tampilkan semua postingan

Jumat, Juni 26, 2009

Tinggalkan Polda Metro, Rani Kecoh Wartawan



Antasari Tersangka Pembunuhan Nasrudin

Rani pergi tanpa diketahui wartawan dengan mobil Toyota Kijang warna silver B 22 WW.

Jum'at, 26 Juni 2009, 16:11 WIB
Eko Priliawito, Sandy Adam Mahaputra

VIVAnews - Ratusan wartawan yang menunggu pemeriksaan terhadap Rani Juliani terkecoh. Rani yang ditunggu sejak siang tadi keluar melalui pintu utama lobi Gedung Polda Metro Jaya.

Setelah menjalani pemeriksaan hampir lima jam, Rani meninggalkan ruang penyidikan Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya sekitar pukul 15.40 WIB, Jumat, 26 Juni 2009.

Rani meninggalkan gedung Polda Metro Jaya dengan cara mengecoh wartawan. Wartawan yang telah menungu Rani di pintu masuk Gedung Direktorat Kriminal Umum Polda Metro ternyata tertipu, karena Rani keluar melalui lobi utama.

Wanita caddy itu terlihat keluar bersama dengan seorang penyidik dan segera pergi dengan menggunakan mobil Toyota Kijang warna silver B 22 WW.

Rani terlihat duduk di bangku belakang didampingi dengan satu orang penyidik yang dikawal dengan dua petugas provost.

Penyidik segera mempertemukan Antasari Azhar dengan Rani Juliani untuk mencari bukti-bukti baru dalam melengkapi berkas perkara pelaku pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran.

Pemeriksaan yang dilakukan penyidik terhadap Rani untuk mencocokkan barang bukti seperti telepon genggam dan nomor handphone milik Rani, Nasrudin dan Antasari.

Hari ini pemeriksaan terhadap Rani terkait penyadapan yang dilakukan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Antasari Azhar, terhadap lima nomor telepon yang dua di antaranya milik Rani dan Nasrudin.

Sumber: VIVAnews



Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

Akhirnya, Rani Juliani Muncul di Polda Metro Jaya


Jumat, 26 Juni 2009 | 11:46 WIB
Laporan wartawan KOMPAS.com Hindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Saksi utama dugaan kasus pembunuhan Direktur PT PRB Nasrudin Zulkarnaen, Rani Juliani, akhirnya muncul di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jumat (26/6) pukul 11.30.

Rani, istri korban Nasrudin Zulkarnaen, tiba dengan pengawalan ketat. Kedatangan Rani yang memakai baju kemeja lengan panjang berwarna coklat langsung diserbu oleh puluhan wartawan media cetak dan elektronik.

Mantan caddy tersebut tidak banyak melontarkan komentar. Ketika ditanya tentang kabarnya, Rani hanya menjawab, "Baik." Rani pun segera dibawa masuk ke Direskrimum Polda Metro Jaya.

Sumber: Kompas



Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

Jadi Narasumber, "Caddy" Teman Rani Diteror


Selasa, 12 Mei 2009 | 09:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen mengimbas ke sejumlah caddy. Ini terkait dengan posisi Rani Juliani, istri ketiga Nasrudin yang disangkutkan dengan Antasari Azhar, Ketua KPK yang kini diberhentikan sementara.

Dua yunior Rani di Padang Golf Modernland, Ayu Kristia Sari (19) dan Galo Paramitha Harnia (20), mendapat teror lewat SMS. Bahkan, salah satu dari mereka diancam akan dihabisi jika tak mengundurkan diri sebagai caddy.

Kedua caddy ini mulai mendapat teror seusai menjadi narasumber tentang profesi caddy di sebuah stasiun televisi. Saat itu, Ayu mengatakan bahwa seorang caddy bisa menerima tip Rp 1 juta hingga Rp 3 juta. ”Apalagi kalau golfer-nya genit, biasanya memberi tip besar. Yah, kalau kucing lihat ikan siapa yang tahan,” kata Ayu seperti ditirukan Galo.

Mega, ibu Ayu, mengatakan bahwa ancaman itu datang dari caddy senior di padang golf itu. Menurut Mega, salah satu ancaman itu berbunyi, ”Kalau nggak mengundurkan diri entar mati lu di sini.”

Mega yang dihubungi Warta Kota, Senin, mengatakan bahwa ia telah menelepon pengirim SMS ancaman tersebut. Namun, si pengirim SMS malah mengeluarkan kata-kata tak sopan. ”Dia juga mengatakan anak saya macem-macem. Yang beginilah... begitulah.. pokoknya ucapannya itu bikin jengkel,” ujarnya.

Mega menduga ancaman itu muncul karena para caddy senior sirik dengan Ayu yang menjadi caddy sejak lima bulan lalu. ”Pemain golf mana mau didampingi yang tua-tua. Mereka milih anak saya yang masih muda,” ujarnya.

Secara terpisah, Galo Paramitha Harnia mengatakan bahwa ancaman-ancaman itu muncul setelah ia muncul di TV untuk diwawancarai seputar profesi caddy. ”Lo anak baru, jangan sok tahu. Kalau mau masuk tivi jadi artis aja,” katanya membacakan salah satu ancaman yang diterimanya.

Sejak menerima ancaman-ancaman itu, Galo tak berani datang ke padang golf. ”Saya jadi takut. Suasananya sudah enggak enak, terutama dari senior,” ujarnya.

Beberapa hari lalu, Galo didampingi ibunya, Ny Noni Kirani (37), mendatangi rumah Yusri, caddy master. Dari Yusri, Galo mendapat kabar bahwa dirinya telah diberhentikan sebagai caddy Padang Golf Moderland karena dianggap mencoreng Modernland, terutama terkait ucapan tentang tip caddy dan pegolf genit.

Ayu yang dihubungi Warta Kota enggan berkomentar terkait pernyataannya di TV itu. Saat ditanya soal tip Rp 1 juta sampai Rp 3 juta, Ayu menjawab, ”Itu uang tip di lapangan. Kalau di luar lapangan, saya enggak tahu.”

Secara terpisah, Herman Halim, Manager Eksternal PT Modern Realty (pengelola Padang Golf Modernland), menyangkal adanya ancaman terhadap kedua caddy tersebut. Namun, Herman mengakui bahwa pihaknya keberatan karena kedua caddy menjadi narasumber di stasiun TV. ”Harusnya, kalau mau diwawancarai yah minta izin dulu. Kami kan bisa mengirimkan orang yang lebih tepat. Persoalannya hanya itu saja,” ujar Herman.

Mengenai pemecatan kedua caddy itu, Herman mengatakan, ”Pemecatan itu kan melalui prosedur. Yang pasti, sejak peristiwa itu hingga sekarang mereka belum pernah nongol lagi. Padahal kami sudah minta agar mereka menghadap ke saya.” (Syahrul Munir/Dedy)

Sumber: Kompas



Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

Rekonstruksi di Gran Mahakam, Rani Hafal Semua Peristiwa



Jumat, 19 Juni 2009 | 16:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Rani Juliani telah mengikuti rekonstruksi dua minggu lalu di Hotel Gran Mahakam, Jakarta Selatan, terkait pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. Saat menjalani rekonstruksi, Rani masih hafal semua peristiwa yang dialami.

"Dia hafal betul apa yang dia perbuat dengan Antasari (Azhar)," ujar Kepala Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Muhammad Iriawan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (19/6).

Namun, Iriawan tidak bersedia menjelaskan apa yang terjadi antara Rani dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif itu. "Tidak pantas disebutkan. Itu hak Antasari," kata dia.

Setelah Antasari dan Rani bertemu, Nasrudin Zulkarnaen pun masuk ke ruangan dan keduanya bertemu di Hotel Gran Mahakam. Sebelumnya, Rani memberikan kabar ke Nasrudin akan bertemu Antasari. Rani, istri ketiga Nasrudin, tidak bertemu dengan guru spiritual yang disebut-sebut pengacara Antasari juga bertemu kliennya di Gran Mahakam.

Menurut Kombes Iriawan, Rani saat ini masih minta perlindungan saksi kepada polisi, demikian pula dengan keluarganya. "Banyak faktor, banyak pertimbangannya. Siapa yang akan menjamin Rani tidak akan mati, tidak akan hilang. Kemarin kita periksa, di sekitar sini saja," tuturnya.

Sumber: Kompas



Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

Blogger template 'Purple Mania' by Ourblogtemplates.com 2008

Jump to TOP