Pasangan Mega-Prabowo, JK-Wiranto Tuntut KPU Perbaiki DPT

Pilpres 2009
Minggu, 05 Juli 2009 22:45 WIB
JAKARTA--MI: Pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto menuntut kepada KPU untuk memperbaiki Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pemilihan presiden 2009. Besok, (Senin, 6/7), kedua pasangan akan bertemu KPU untuk menjelaskan secara rinci.
Tuntutan itu dilontarkan kedua pasangan capres-cawapres itu setelah pertemuan di Kantor Pusat PP Muhammadiyah, Jakarta, Minggu (5/7) malam.
Kalla mengatakan dengan tegas, kedua capres itu sudah siap maju. Tetapi dalam beberapa hari belakangan ini, banyak pemilih yang belum terdaftar. "Kami minta segera diperbaiki (DPT), karena sesuai aturan bisa dilakukan oleh KPU," jelasnya.
Berdasarkan laporan yang ada, lanjut Kalla, banyak nama ganda. "Sederhana permintaan kami, segera di delete (hapus). Satu hari bisa dihapus, dengan komputer tentu," jelasnya.
Karena itu, Kalla dan Mega meminta bertemu KPU untuk menjelaskan itu semua pada Senin (6/7). "Belum tentu yang belum terdaftar itu memilih nomor satu (pasangan Mega-Prabowo) dan nomor tiga (JK-Wiranto)," jelas Kalla."Saya pikir KPU mampu untuk itu," jelas Kalla.
Kalla mengatakan, dalam persoalan DPT terdapat dua hal, pertama, pelanggaran HAM yakni yang masyarakat tak didaftar. Kedua, pelanggaran pidana karena adanya daftar nama yang tercatat dua kali.
Sedangkan Megawati yang berbicara kemudian mengatakan, ada hal yang sangat mendesak hanya tiga hari sebelum pilpres 2009, yakni ada hal-hal yang menyangkut DPT. Itu semua menyangkut hak kedaulatan rakyat yang dilanggar.
"Ini tidak akan terjadi jika KPU mau membuka diri. Karena itu kami berdua, meminta pemilu yang demokratis (2004), itu bisa dilakukan saat ini juga," ungkap Megawati, menyinggung ketika dia menjadi Presiden saat digelar Pemilu 2004 lalu.
Jusuf Kalla yang sempat menyatakan pemilihan Kantor Pusat Muhammadiyah karena berdekatan dengan kediaman kedua calon presiden. "Ini hari minggu, sehingga kantor yang buka dan dekat dengan kami berdua adalah di sini (Kantor Pusat Muhammadiyah)," ungkap Kalla yang sebelumnya dipesilakan Megawati untuk menjelaskan hasil pertemuan itu.
Sebelumnya Ketua Umum PP MUhammadiyah Din Syamsuddin menyatakan, keinginan banyak kalangan agar DPT bisa diperbaiki ternyata tidak sesuai harapan banyak orang. Masih ada kekisruhan di DPT. (OL-03)









0 komentar:
Posting Komentar