Kami Mengucapkan Terimakasih kepada Semua Pihak yang telah membantu Menyukseskan Perhelatan Akbar
Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2009

di Jakarta 3 s.d. 9 Agustus 2009

Sampai Ketemu di OSN Tahun 2010 di Medan, Sumatera Utara

Headline News

NATIONAL NEWS

Translate Here

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini

Senin, Juli 06, 2009

Wiranto Minta Waspadai Pencurian Suara

04 Juli 2009 19:17 WIB

LAMONGAN--MI: Calon wakil presiden (cawapres) Wiranto mengajak pendukungnya untuk tetap waspada terhadap kasus pencurian suara rakyat pascaPemilu Presiden 2009.

"Suara itu sekarang mempunyai nyawa, 'contrengan' (centang,red.) itu punya nyawa, dan jangan coba diganggu. Ini lantaran suara itu bisa terbang, dan bisa juga disembunyikan," kata Wiranto di hadapan ratusan pendukunganya dalam kampanye terbuka di Gedung Olah Raga (GOR) Lamongan, di Jalan Basuki Rahmat, Sabtu (4/7).

Ia berharap, suara rakyat itu jangan sampai dinodai karena suara rakyat adalah suara Tuhan. "Jika dikhianati akan dilaknat oleh Allah," katanya mengingatkan.

Karena itu, kata dia, pelaksanaan pemilu presiden, 8 Juli mendatang, harus jujur. "Kejujuran ini penting untuk mewujudkan keadilan," katanya menegaskan.

Ia beranggapan selama ini keadilan belum bisa terwujud karena pemimpinnya belum mempunyai akhlakul karimah, belum bisa menerapkan empat prinsip ulama, yakni ilmunya ulama, adilnya penguasa, dermawannya pengusaha, dan doanya para fakir miskin. "Banyak pemimpin yang belum bisa menjalankan kepemimpinannya karena belum bisa menjalankan ilmunya ulama. Dan ingat bahwa seorang pemimpin itu bukan raja, pemimpin adalah wakil rakyat yang betugas mengemban amanat rakyat," katanya.

Wiranto juga menjelaskan kepada pendukungnya bahwa dirinya urung maju sebagai capres dari Partai Hanura karena dirinya menyadari bahwa bukan saatnya tentara yang memimpin. Ia memandang perlu sosok pemimpin masa datang harus diisi oleh orang-orang ahli.

"Saya dulu mencalonkan diri sebagai capres dari Partai Hanura. Namun, saya sadar bahwa bukan saatnya tentara yang memimpin, melainkan para ahli ekonomi kerakyatan," katanya. (Ant/OL-06)




Bookmark and Share


Berita terkait:



0 komentar:

Blogger template 'Purple Mania' by Ourblogtemplates.com 2008

Jump to TOP