Wiranto Minta Waspadai Pencurian Suara
04 Juli 2009 19:17 WIB
LAMONGAN--MI: Calon wakil presiden (cawapres) Wiranto mengajak pendukungnya untuk tetap waspada terhadap kasus pencurian suara rakyat pascaPemilu Presiden 2009.
"Suara itu sekarang mempunyai nyawa, 'contrengan' (centang,red.) itu punya nyawa, dan jangan coba diganggu. Ini lantaran suara itu bisa terbang, dan bisa juga disembunyikan," kata Wiranto di hadapan ratusan pendukunganya dalam kampanye terbuka di Gedung Olah Raga (GOR) Lamongan, di Jalan Basuki Rahmat, Sabtu (4/7).
Ia berharap, suara rakyat itu jangan sampai dinodai karena suara rakyat adalah suara Tuhan. "Jika dikhianati akan dilaknat oleh Allah," katanya mengingatkan.
Karena itu, kata dia, pelaksanaan pemilu presiden, 8 Juli mendatang, harus jujur. "Kejujuran ini penting untuk mewujudkan keadilan," katanya menegaskan.
Ia beranggapan selama ini keadilan belum bisa terwujud karena pemimpinnya belum mempunyai akhlakul karimah, belum bisa menerapkan empat prinsip ulama, yakni ilmunya ulama, adilnya penguasa, dermawannya pengusaha, dan doanya para fakir miskin. "Banyak pemimpin yang belum bisa menjalankan kepemimpinannya karena belum bisa menjalankan ilmunya ulama. Dan ingat bahwa seorang pemimpin itu bukan raja, pemimpin adalah wakil rakyat yang betugas mengemban amanat rakyat," katanya.
Wiranto juga menjelaskan kepada pendukungnya bahwa dirinya urung maju sebagai capres dari Partai Hanura karena dirinya menyadari bahwa bukan saatnya tentara yang memimpin. Ia memandang perlu sosok pemimpin masa datang harus diisi oleh orang-orang ahli.
"Saya dulu mencalonkan diri sebagai capres dari Partai Hanura. Namun, saya sadar bahwa bukan saatnya tentara yang memimpin, melainkan para ahli ekonomi kerakyatan," katanya. (Ant/OL-06)









0 komentar:
Posting Komentar