Kami Mengucapkan Terimakasih kepada Semua Pihak yang telah membantu Menyukseskan Perhelatan Akbar
Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2009

di Jakarta 3 s.d. 9 Agustus 2009

Sampai Ketemu di OSN Tahun 2010 di Medan, Sumatera Utara

Headline News

NATIONAL NEWS

Translate Here

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic

Nilai Tukar Rupiah Hari Ini

Selasa, Mei 05, 2009

Tersangka Pembunuhan Nasrudin Kombes Wiliardi Wizar Mencuat Berkat Mayangsari

Senin, 04/05/2009 16:40 WIB

Nala Edwin - detikNews

Jakarta - Pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen menyeret sejumlah orang top sebagai tersangka, termasuk Kombes Wiliardi Wizar yang pernah menjabat Kapolres Jakarta Selatan.

Salah satu kasus yang cukup menonjol di era kepemimpinan Wiliardi di Polres Jaksel adalah penyerangan rumah Mayangsari di daerah Simprug Golf. Pengerusakan yang terjadi pada 2006 lalu diduga dilakukan Halimah dan dua anaknya, Panji dan Gendis.

Wiliardi pun jadi incaran pers yang ingin mengetahui isu hot sosialita Indonesia itu.

Selain kasus Mayangsari, Wiliardi juga menangani kasus pengerusakan kantor majalah Playboy oleh massa FPI pada April 2006. Kala itu massa FPI memrotes penerbitan majalah itu.

Wiliardi adalah perwira kelahiran Sibolga 22 Maret 1960. Usai berkarier sebagai Kapolres Jaksel, pria kelahiran Sibolga 22 Maret 1960 ini melanjutkan pendidikan di sekolah untuk calon perwira tinggi di Sespati Bandung. Jabatan baru di Mabes Polri menantinya dengan pangkat brigjen.

Dalam kasus pembunuhan Nasrudin, peran Wiliardi adalah sebagai penghubung dan pemberi perintah kepada Edo untuk mencari eksekutor lapangan.

Dalam kasus ini, sejumlah orang Flores, NTT, diciduk sebagai pelaku lapangan. Wiliardi sendiri pernah menjabat sebagai Kapolres Kupang, NTT, pada tahun 2001. (nal/nrl)

Sumber: detikNews

Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

Penembakan Direktur PRB = Kapolda: Rani Meminta Perlindungan

Senin, 04/05/2009 16:46 WIB

E Mei Amelia R - detikNews

Jakarta - Rani Juliani alias Tika keberadaannya misterius. Wanita yang disebut-sebut menjadi pangkal persoalan kasus Nasrudin Zulkarnaen ini kini berada di tempat yang aman di bawah perlindungan polisi.

"Yang bersangkutan minta perlindungan," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Senin (4/5/2009).

Rani, di persidangan nanti akan menjadi saksi kunci. Keterangannya pun akan sangat berkaitan dengan Antasari Azhar.

"Berdasarkan keterangan-keterangan memang ada yang mengkait ke sana," jelas Wahyono.
(ndr/iy)

Sumber: detikNews


Bookmark and Share

Klik selengkapnya...

Kronologi Lengkap Pengungkapan Kasus Pembunuhan Nasrudin

Senin, 04/05/2009 16:41 WIB

Didit Tri Kertapati, E Mei Amelia R - detikNews

Jakarta - Dalam waktu sekitar satu setengah bulan, polisi berhasil mengungkap tabir di balik kasus pembunuhan Direktur PT PRB Nasrudin Zulkarnaen Iskandar. Pengungkapan kasus ini berawal dari kesaksian para saksi di lokasi penembakan, kemudian polisi menemukan motor Yamaha Scorpio yang digunakan pelaku penembakan.

Setelah itu, polisi kemudian menangkap Heri Santosa, pengemudi Yamaha Scorpio itu di kawasan Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan. Dari pengakuan Heri, kemudian nama para tersangka lainnya terungkap. Kombes Pol Wiliardi Wizar dan Komisaris PT Pers Indonesia Merdeka (PIM) Sigid Haryo Wibisnono kemudian juga ditangkap.

Dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (4/5/2009), Kapolda menjelaskan kronologi pengungkapan kasus pembunuhan Nasrudin ini. Namun, Kapolda menjelaskan kronologi ini dengan menyebut para tersangka dengan inisial-inisial.

Kapolda juga tidak menyebutkan motif pembunuhan terhadap Nasrudin. Kapolda juga belum menyebut peran Antasari Azhar secara jelas dalam kasus ini.

Penjelasan Kapolda tentang ini sama dengan data kronologi pengungkapan kasus Nasrudin yang diterima detikcom. Bahkan, data tersebut sudah mengungkap motif pembunuhan dan peran Antasari. Berikut kronologi lengkap yang didapatkan detikcom:

1. Dari hasil olah TKP yang dilakukan Tim Labfor Mabes Polri dan hasil analisa dari keterangan saksi yang ada di TKP diperoleh informasi bahwa pelaku menggunakan sepeda motor Yamaha Scorpio warna biru dan dibuatkan sketsa wajah pelaku dari keterangan saksi Sarwin yang berada di dekat TKP. Sarwin merupakan saksi yang saat kejadian penembakan, berada hanya 5 meter dari mobil Nasrudin.

2. Selanjutnya dilakukan penyelidikan dan diperoleh informasi adanya seseorang yang memiliki kendaraan roda dua dengan ciri-ciri seperti yang di TKP dengan pemilik bernama Heri Santosa, beralamat di Menteng Atas Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. Setelah dilakukan pengecekan ke alamat tersebut, ditemukan sebuah sepeda motor Yamaha Scorpio warna biru no pol B 6862 SNY dan selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap tersangka Heri Santosa. Heri Santosa mengaku sebagai pengemudi sepeda motor (pilot) dalam penembakan terhadap korban Nasrudin.

3. Heri Santosa mengaku saat kejadian dia mengendarai kendaraan tersebut bersama-sama dengan Daniel yang melakukan penembakan sebanyak dua kali terhadap korban dari arah sisi kiri kendaraan BMW B 191 E warna silver di Jalan Hartono Raya Kompleks Modern Land, sekitar 900 meter dari lapangan Golf Modern Land Tangerang pada Sabtu, 14 Maret 2009 sekitar pukul 14.00 WIB, sesaat setelah korban selesai bermain golf. Dalam pemeriksaan, diperoleh keterangan bahwa Heri Santosa dan Daniel mendapatkan pesanan untuk melakukan pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen dari Hendrikus Kia Walen.

4. Selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap Hendrikus Kia Walen di Menteng Dalam Atas Jakarta Pusat. Rumah Hendrikus hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumah Heri Santosa. Pengakuan Hendrikus, di lokasi penembakan saat itu adalah Heri Santosa (sebagai pilot), Daniel (sebagai eksekutor) dengan menggunakan sepeda motor Yamaha Scorpio warna biru, sementara Fransiskus Alias Ansidan sdr SEI (sebagai pengawas) dengan menggunakan kendaraan Avanza B 8870 NP. Hendrikus Kia Walen sebagai penerima dan pemberi order. Dari keterangan Hendrikus diketahui bahwa Hedrikus menerima uang sebesar Rp 400 juta dari Edo, dengan perincian: dibagikan ke masing-masing Heri Santoso Rp 70 juta, Daniel Rp 70 juta, Amsi Rp 30 juta, Sei Rp 20 juta, dan sisanya untuk Hendrikus serta biaya operasional sebesar Rp 100 juta.

5. Dari hasil pemeriksaan terhadap Hendrikus diketahui bahwa senjata api yang digunakan jenis Revolver kaliber 38 berikut peluru 6 butir yang masih ada di dalam silinder, dua sudah ditembakkan dan empat masih belum ditembakkan yang ditanam di halaman rumah di Tebet Jakarta Selatan. Selanjutnya senjata api itu disita dan dilakukan uji balistik Labfor Mabes Polri. Hasilnya, peluru itu identik dengan anak peluru yang ditemukan di tubuh Nasrudin.

6. Dari pengakuan Hendrikus, diperoleh keterangan tentang keberadaan Fransiskus. Polisi akhirnya menangkap Fransiskus alias Amsi di Batu Ceper Kali Deres Jakarta Barat. Saat diperiksa, Amsi mendapat uang Rp 30 juta, kemudian Hendrikus memberi dana operasional kepada Fransiskus sebesar Rp 15 juta untuk membeli senjata api dan sebesar Rp 5 juta untuk menyewa kendaraan Avanza.

7. Dari hasil peneriksaan Heri Santosa, dilakukan penangkapan terhadap Daniel (penembak/eksekutor) di Pelabuhan Tanjung Priok sewaktu pulang dari Flores dengan menggunakan kapal laut Silimau. Saat diperiksa, Daniel mengaku mendapatkan pesanan penembakan terhadap Nasrudin dengan mendapat imbalan uang Rp 70 juta.

8. Kepada polisi, Hendrikus mendapat pesanan penembakan terhadap Nasrudin dari Eduardus Ndopo Mbete alias Edo. Kemudian polisi menangkap Edo di rumahnya di Jalan Jati Asih Bekasi. Edo mengakui dan membenarkan pengakuan Hendrikus. Kemudian dilakukan pendalaman terhadap Edo untuk mengetahui motif dan siapa yang menyuruh Edo untuk melakukan penembakan terhadap Nasrudin.

9. Saat diperiksa, Edo mengaku mendapat perintah untuk membunuh korban dari Wiliardi Wizar (Kombes Polisi). Edo bisa bertemu Wiliardi atas prakarsa Jerry. Sebelumnya Wiliardi meminta Jerry untuk mencari orang yang dapat melakukan pembunuhan terhadap Nasrudin. Untuk itu, Jerry kemudian mengatur pertemuan Wiliardi dengan Edo di Halai Bowling Ancol. Selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap Jerry di Perumahan Permata Buana Jakarta Barat.

10. Jerry mengaku bahwa Wiliardi bertemu dirinya di Halai Bowling Ancol untuk mencari orang yang dapat melakukan pembunuhan terhadap Nasrudin. Saat itu, dia mempertemukan Wiliardi dengan Edo. Saat itu, Edo dijanjikan imbalan Rp 500 juta. Pada pertemuan itu, diserahkan foto korban dan foto mobil yang biasa digunakan korban kepada Edo.

11. Kepada polisi, Edo mengaku menerima uang sebesar Rp 500 juta dari Wiliardi di lapangan parkir Citos (Cilandak Town Square) Jakarta Selatan. Berdasarkan keterangan Edo dan Jerry, selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap Wiliardi Wizar di Taman Ubud Lippo Karawaci Tangerang.

12. Dari pemeriksaan Wiliardi, diperoleh keterangan bahwa uang yang diserahkan kepada Edo berasal dari Sigid Haryo Wibisono dan atas sepengetahuan Antasari. Sebab, saat Sigid memberikan Rp 500 juta kepada Wiliardi, Sigid menelepon Antasari untuk mengkonfirmasi penyerahan uang tersebut sebagai biaya operasional di lapangan. Maka pada hari Selasa 28 April 2009, polisi menangkap Sigid di Jalan Pati Unus 35 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

13. Dari hasil pemeriksaan Wiliardi dan Sigid diperoleh keterangan bahwa yang mempunyai keinginan untuk menghilangkan nyawa Nasrudin adalah Antasari Azhar. Sebab, Nasrudin sering meneror dan memeras Antasari dengan ancaman akan membongkar perselingkuhan Antasari dengan istri siri Nasrudin bernama Rani yang terjadi Hotel Grand Mahakam Kebayoran Baru Jaksel sekitar bulan Mei 2008. Karena ancaman tersebut dirasakan sudah sangat mengganggu baik diri pribadi maupun istri dari Antasari, maka Sigid menghubungi Wiliardi untuk meminta bantuan pembunuhan terhadap Nasrudin. (asy/nrl)


Sumber: detikNews

Bookmark and Share

Klik selengkapnya...

Penembakan Direktur PRB Tutupi Muka dengan Koran, Sigid Dipindah ke Tahanan Reskrimum

Senin, 04/05/2009 20:07 WIB
E Mei Amelia R - detikNews

Jakarta - Pengusaha yang juga tersangka pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasruddin Zulkarnaen, Sigid Haryo Wibisono, dipindahkan ke Rutan Reskrimum dari Rutan Narkoba Polda Metro Jaya. Saat dipindahkan, Sigid menutupi mukanya dengan koran mencoba menghindari sorotan kamera wartawan.

Pemindahan ini hanya beberapa saat setelah Ketua KPK non aktif Antasari Ashar, yang juga menjadi tersangka, dijebloskan ke rutan Narkoba Polda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (4/5/2009).

Namun, hingga kini belum diketahui apakah pemindahan Sigid tersebut karena sengaja dipisahkan dengan Antasari. Komisaris PT Pers Indonesia Merdeka (PIM) itu sudah 2 hari ini mendekam di dalam sel Narkoba.

Pantaun detikcom, Sigid keluar dari rutan narkoba sekitar pukul 19.15 WIB. Pria yang pernah malang melintang sebagai politisi di Partai Golkar dan PKB ini dibawa ke Reskrimum dengan menggunakan mobil Toyota Kijang Innova warna silver bernopol B 8360 GK.

Sigid diduga menjadi penyandang dana aksi penembakan Nasrudin pada 14 Maret 2009 lalu. Disebut-sebut Sigid menyerahkan uang sebesar Rp 500 juta untuk menghabisi nyawa Nasrudin -- Baca: Kronologi lengkap pengungkapan kasus pembunuhan Nasrudin . Dia ditangkap pada hari Selasa 28 April 2009, di Jalan Pati Unus 35 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (irw/sho)

Sumber: detikNews
Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

Antasari Pernah Bertemu Rhani di Grand Mahakam

Senin, 04/05/2009 20:45 WIB

E Mei Amelia R - detikNews

Jakarta - Ketua KPK non aktif Antasari Azhar diperiksa selama 7 jam di Polda Metro Jaya terkait kasus pembunuhan Direktur PT PRB Nasrudin Zulkarnaen. Dalam pemeriksaan tersebut, Antasari mengaku pernah bertemu dengan Caddy golf Modernland Rhani Juliani (nama sesuai identitas di KTP).

"Dia ngaku pernah bertemu dengan Rhani di GM kamar 802," ujar sumber penyidik di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (4/5/2009) -- Baca: Kronologi lengkap pengungkapan kasus pembunuhan Nasrudin.

Dari hasil pemeriksaan penyidik Polda Metro Jaya terhadap tersangka lainnya yaitu Wiliardi Wizar (Eks Kapolres Jaksel) dan Sigid Haryo Wibisono (Komisaris Utama PT Pers Indonesia Merdeka) diperoleh keterangan bahwa yang mempunyai keinginan untuk menghilangkan nyawa Nasrudin adalah Antasari Azhar.

Sebab, Nasrudin sering meneror dan memeras Antasari dengan ancaman akan membongkar perselingkuhan Antasari dengan istri siri Nasrudin bernama Rhani yang terjadi Hotel Grand Mahakam Kebayoran Baru Jaksel sekitar bulan Mei 2008.

Karena ancaman tersebut dirasakan sudah sangat mengganggu baik diri pribadi maupun istri dari Antasari, maka Sigid menghubungi Wiliardi untuk meminta bantuan pembunuhan terhadap Nasrudin.

Saat ini Antasari resmi ditahan di Blok A 10 ruang tahanan narkoba Polda Metro Jaya, Jl Gatot Soebroto, Jakarta.

Sebelumnya, Minggu 3 Mei 2009, Antasari membantah semua tuduhan dan opini publik yang menyebut-nyebut dirinya sebagai otak dari pembunuhan Nasrudin.

"Terhadap opini itu saya sampaikan, semuanya tidak benar. Saya kira tidak perlu kita perdebatkan. Ada proses yang akan berjalan sendiri," kata Antasari saat menggelar jumpa pers di kediamannya, Perumahan Giri Loka, Tangerang, Banten. (ape/irw)


Sumber: detikNews
Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

Penembakan Direktur PRB Bawa Makanan, Istri Antasari Jenguk ke Polda Metro

Senin, 04/05/2009 21:37 WIB
Didi Syafirdi - detikNews

Jakarta - Istri Ketua KPK non aktif Antasari Azhar, Ida Laksmiwati datang menjenguk ke Rutan Narkoba Polda Metro Jaya. Ida datang pukul 21.00 WIB tanpa didampingi kedua putrinya.

"Minta doanya ya," kata Ida saat tiba di Polda Metro jaya, jl gatot Siebroto, Jakarta, Senin (4/5/2009).

Saat tiba di Polda menggunakan mobil Alphard berwarna silver bernopol B 162 SD, Ida langsung turun didampingi salah satu kuasa hukum Antasari, Juniver Girsang. Ida yang mengenakan baju lengan panjang warna biru dan celana hitam tidak nampak membawa bingkisan/barang apa pun.

"Ini bawa makanan sedikit. Ya udah ya, saya jenguk Bapak dulu," imbuhnya.

Tanpa banyak komentar, Ida langsung menuju ke ruang tunggu tahanan. Selang lima menit, Antasari turun dari ruang tahanan di lantai 2 untuk menemui istrinya. Antasari yang mengenakan kaos berwarna putih ini tidak nampak kelelahan setelah diperiksa penyidik Polda selama 7 jam.
(ape/irw)

Sumber: detikNews



Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

RANI JULIANI DI BLOGSPOT.COM

rani juliani

* Umur: 22
* Jenis Kelamin: Wanita
* Tanda Astrologi: Cancer
* Shio: Macan
* Industri: Pelajar
* Jabatan: mahasiswa
* Lokasi: Tangerang : Banten : Indonesia

Mengenai Saya
Saya seorang gadis yang manies menurut pengamatan orang2 di sekeliling aq. Diriku lahir pada tanggal 01 juli 1986. jangan lupa ngado yah... Anak ke 3 dari 4 sodara, tadinya mau bungsu, tapi bonyok gw doyan. he he

Minat
* pengen jadi wanita karir yang sukses n mapan
Film Favorit
* JaMes Bond
Musik Favorit
* Lagu Tentang Cinta
Blog Saya

Anggota Tim
RANI ZonE's
Rani Juliani Site Raharja




Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

Penembakan Direktur PRB Pengacara Bantah Antasari Ngaku Suruh Williardi Cari Eksekutor

Senin, 04/05/2009 22:43 WIB
Irwan Nugroho - detikNews

Jakarta - Kuasa hukum Ketua KPK non aktif Antasari Azhar membantah bahwa kliennya mengakui telah menyuruh Kombes Wiliardi Wizar untuk mencari eksekutor. Sebab, pemeriksaan hari ini belum menyentuh pokok perkara.

"Jadi bahwa tidak benar ada pengakuan seperti itu. Tadi penyidikan belum masuk dalam pokok materi," kata pengacara Antasari, Ari Yusuf Amir, kepada detikcom, Senin (4/5/2009).

Menurut Ari, memang hari ini Antasari sudah diperiksa sebagai tersangka. Namun, penyidik baru sebatas menanyakan identitas kliennya.

"Kalau pun sudah masuk pokok perkara, tidak mungkin, karena bukan beliau pelakunya," jelas Ari.

Antasari ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen. Selain Antasari, penyidik juga menetapkan 8 tersangka lainnya, yang diduga antara lain sebagai penyandang dana dan pelaku di lapangan. Antasari ditahan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya, Jl Jendral Sudirman, Jakarta Selatan.

(irw/ape)

Sumber: DetikNews



Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

Pembunuhan Dirut BUMN Kasus Antasari Azhar Diserahkan Sepenuhnya ke Kepolisian

Jumat, 01 Mei 2009 19:50 WIB
Penulis : Thalatie Yani


JAKARTA--MI: Juru bicara kepresidenan Andi Mallarangeng menyerahkan proses hukum Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar, kepada kepolisian dan pengadilan. Namun Andi mengaku belum mengetahui detail tentang kasus itu.

"Perkara segera diselesaikan dan diberi keadilan, dihukum sebagaimana mestinya. Semuanya diserahkan ke proses hukum," ujar Andi Mallarangeng di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (1/5).


Sejauh ini kasus itu merupakan kasus pembunuhan, bukan koupsi. Andi belum memastikan apakah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memanggil Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri.

Dengan proses hukum terhadap pejabat tinggi, itu menunjukan proses hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.

"Kalau hukum ditegakkan tanpa pandang bulu itu bagus. Yang mengganggu kalau tidak ada penegakan hukum. Kita beri kredibilitas pada hukum itu sendiri," tukasnya. Antasari telah dinyatakan sebagai tersangka kasus pembunuhan Dirut BUMN Nasrudin Zulkarnaen. (Rin/OL-03)




Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

Antasari Azhar Tak Bayar Sepeser Pun Pengacaranya

Senin, 04/05/2009 01:44 WIB
Moksa Hutasoit - detikNews

Jakarta - Sejumlah pengacara papan atas mendampingi Ketua KPK Antasari Azhar dalam menyelesaikan persoalan hukumnya. Meski begitu, Antasari tidak mengeluarkan biaya sesen pun untuk membayar mereka.

"Ini bantuan cuma-cuma, mereka (pengacara) bersimpatik dengan kasus yang menimpa beliau, Pak Antasari welcome," kata salah satu kuasa hukum Antasari, Ari Yusuf Amir saat dihubungi detikcom, Minggu (3/5/2009) malam.

Ari juga menjelaskan, masih banyak pengacara lainnya yang ingin membantu Antasari. Meski terdiri dari banyak pengacara, Ari mengaku hingga saat ini belum ada yang akan dijadikan ketua tim.

Salah satu alasan para pengacara top itu ingin bergabung karena ingin kasus pembuhan PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen ini menjadi jelas.

"Kasus ini jangan menjadi liar. Sehingga masalah utama justru harus diutamakan," kata Ari

Enam pengacara tersebut adalah Hotma Sitompul, M Assegaf, Ari Yusuf Amir, Juniver Girsang, Deni Kailimang dan Farhat Abbas. Keenam pengacara tersebut terlihat mendampingi Antasari saat dirinya menjawab seputar isu yang berkembang beberapa hari ini di kediamannya, Giri Loka BSD, Serpong, Tangerang siang tadi.

"Antasari nggak mungkin sanggup bayar mereka," canda Ari.

(mok/nov)

Sumber: DetikNews



Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

Hendarman Supandji Prihatin Terhadap Kasus Antasari Azhar


Jumat, 1 Mei 2009 | 19:03 WIB | Posts by: Sugeng Wibowo | Kategori: Berita Terkini, Hukum | ShareThis

JAKARTA | SURYA Online - Jaksa Agung Hendarman Supandji menyatakan, prihatin terhadap kasus yang menimpa Ketua KPK Antasari Azhar yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen.

Hal tersebut dikemukakan melalui Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Jasman Pandjaitan, di Jakarta, Jumat (1/5).

“Jaksa Agung dan pimpinan merasa sangat prihatin terhadap Antasari Azhar yang dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Nasrudin,” katanya.

Pasalnya, kata Hendarman, bagaimanapun kelanjutan penanganan perkara tersebut, akan tetap dilakukan oleh kejaksaan sebagai jaksa penuntut umum (JPU).

“Karena bagaimanapun kelanjutan penanganan perkara ini, akan tetap dilakukan oleh kejaksaan sebagai JPU,” katanya.

Hendarman menegaskan, bahwa sejak Antasari Azhar menjadi Ketua KPK, maka status kepegawaiannya tidak ada lagi di lingkungan kejaksaan.

“Karena itu, Antasari Azhar tidak perlu mendapatkan Pasal 8 ayat (5) Undang-Undang (UU) Kejaksaan,” katanya.

Maksudnya, terang Hendarman, digunakannya UU tersebut, bahwa untuk pemeriksaan Antasari Azhar tidak perlu mendapatkan izin dari Jaksa Agung.

Antasari Azhar, ditetapkan sebagai tersangka atau aktor intelektual dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. Hal tersebut merupakan surat pemberitahuan dari Mabes Polri yang ditujukan kepada Jaksa Agung, yang dibacakan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Jasman Pandjaitan, di Jakarta, Jumat (1/5).

“Dalam surat itu diberitahukan penyidik akan melakukan upaya paksa terhadap Antasari,” papar Hendarman.

Surat tersebut ditandatangani oleh Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Susno Duaji. ant


Sumber: Surya Live


Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

Kasus Antasari Azhar Adalah Skenario

3 Mei 2009

Opini yang berkembang seputar kasus yang menimpa Antasari Azhar itu adalah skenario sekaligus umpan balik dari oknum yang tak menyukai gerakan pemberantasan korupsi yang dilancarkan Ketua KPK non aktif ini.

"Skenario yang dimaksud itu adalah opini-opini yang terbentuk selama ini. Langkah ini mungkin bisa jadi feedback dari orang-orang yang merasa terganggu dengan gerakan pemberantasan korupsi yang digemborkan Pak Antasari ini begitu fenomenal," ujar salah satu kuasa hukum Antasari Azhar, Juniver Girsang, seusai jumpa pers di rumah Antasari Azhar, Minggu (4/5).

Dijelaskan Girsang, aneka opini berkembang melalui pemberitaan media massa, salah satunya bahwa kasus yang menimpa Antasari ini bermotif asmara. Diduga Antasari dan Nasrudin memperebutkan seorang wanita yang kabarnya telah menikah siri dengan Nasrudin.

Seperti diberitakan, Direktur PT. PRB Nasrudin Zulkarnaen tewas dibunuh dua orang bersepeda motor seusasi bermain golf di Modernland, Tangerang, 14 Maret lalu.

"Padahal masalah ini adalah masalah hukum dan banyak hal ganjil dalam kasus ini, termasuk status Pak Antasari yang masih saksi, tapi diumumkan tersangka," jelas Girsang.

Keganjilan lain dalam kasus ini, misalnya instansi yang tidak berwenang menangani kasus ini justru menyebut mengatakan aktor intelektualnya adalah Antasari. "Ini masalah hukum biasa, sangat janggal dan tidak adil, Pak Antasari katakanlah bertindak sebagai aktor intelektual sementara ia belum pernah diperiksa sebagai saksi," kata Girsang.

"Sikap Kejaksaan yang mengumumkan status Antasari itu berlebihan, sedangkan yang berhak tentukan tersangka adalah Kepolisian. Tapi bagaimanapun Pak Antasari hormati semua proses kok," jelasnya.

Sementara itu, Antasari Azhar dalam jumpa pers siang ini telah menyatakan kesiapannya menghadapi pemeriksaan sebagai saksi besok pagi di Polda Metro Jaya. "Ya besok saya akan berangkat pukul 08.30 WIB dari rumah untuk penuhi panggilan Polda," ujar Antasari.

Ia akan didampingi oleh 10 pengacara yang tak lain teman dekat Antasari. Mereka berada di belakang Antasari dan istrinya, Ida Laksmiwati, saat jumpa pers yang digelar pukul 14.15 WIB ini. Beberapa diantaranya tampak Juniver Girsang, Ari Yusuf Amir, Farhat Abas, Denny Kailimang, Hotma Sitompul, Assegaf dan masih banyak lagi.

"Masih banyak pengacara kondang yang memberi dukungan, jadi ada beberapa inisiatif dari teman-teman tetapi ada pula yang diminta oleh Antasari," kata Girsang. (kompas.com)

Diposkan oleh karodalnet di 19:38



Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

Pakar Intelijen: Antasari Masuk Perangkap Rani Sebagai Umpan; SBY: Kasus Serius


Senin, 4 Mei 2009 | 06:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat intelijen, Dr AC Manulang, menilai, kasus yang menyeret Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar bukan hanya skandal cinta segitiga, melainkan sudah lama direncanakan pihak tertentu untuk merusak citra KPK.

Tujuan yang lebih besar dari skenario itu adalah menggoyang kredibilitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang berkomitmen mendukung upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

”Kasus yang menimpa Antasari tipis kemungkinannya karena cinta segitiga. Antasari sudah masuk perangkap karena sudah lama direncanakan pihak tertentu untuk merusak citra KPK yang dipimpinnya,” kata Manullang ketika dihubungi Warta Kota di Jakarta, Minggu (3/5) petang.

Menurut Manullang, sudah menjadi rahasia umum bahwa Presiden SBY berhasil memberantas korupsi dan lembaga yang menanganinya adalah KPK. Untuk merusak citra SBY tersebut, dilakukan berbagai upaya, di antaranya menggunakan perempuan, seperti Rani Juliani (22), sebagai umpan.

”Jadi, Rani Juliani itu saya nilai hanya merupakan umpan, dan Antasari terperangkap dengan umpan tersebut sehingga kasus itu bukan karena skandal asmara, melainkan ada upaya perusakan citra, baik untuk SBY maupun KPK. Sasaran sebenarnya bukan merusak Antasari, melainkan KPK,” ujarnya.

Rani adalah seorang caddy (pemungut bola) golf free lance di Lapangan Golf Modern Land, Tangerang, yang namanya dikaitkan dengan kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen (41). Sebuah blog yang diduga milik Rani beralamat di rani-juliani.blogspot.com langsung diminati banyak orang. Meski hanya ada dua posting, masing-masing pada 25 November 2008, blog itu langsung diserbu komentar.

Rani memasang fotonya saat berambut panjang dan tengah mengenakan bandana warna merah putih dengan T-shirt putih pendek dan rok kotak-kotak warna coklat. Ia memperkenalkan diri sebagai seorang gadis yang manis.

Di blog-nya diketahui Rani kuliah di STMIK Raharja di Cikokol, Kota Tangerang. Ini tersurat dalam posting pertamanya berjudul "Mengapa Saya Memilih Perguruan Tinggi Raharja?" Bisa jadi Rani adalah saksi kunci dalam kasus pembunuhan Nasrudin.

Terkait politik
Manulang mengatakan, kasus ini tidak jauh atau paling tidak ada hubungannya dengan situasi politik menjelang pemilu presiden pada 8 Juli 2009. ”Kalau Antasari ditangkap, citra yang selama ini dibangun SBY dalam memberantas korupsi semakin jelek. Begitu juga kalau Antasari dibebaskan, lembaga yang dipimpinnya, yaitu KPK, akan berimbas menjadi jelek. Artinya, seluruh masyarakat, termasuk dunia, sudah menyoroti kasus ini. Ini jelas ada yang bermain,” kata Manulang.

Secara terpisah, SBY akhirnya angkat bicara soal kasus pembunuhan Nasrudin yang diduga menyeret Antasari. Menurut SBY, kasus tersebut adalah masalah yang sangat serius. ”Sangkaan terhadap AA, Ketua KPK, atas kasus pembunuhan yang diungkap kepolisian murder case (kasus pembunuhan berencana) adalah masalah serius,” kata SBY di sela-sela pertemuan Asian Development Bank (ADB) di Hotel Interconcinental Jimbaran, Bali, Minggu.

SBY mengatakan, tidak ada yang kebal hukum di Indonesia, termasuk kepada Antasari. Pihak kepolisian diminta untuk menegakkan hukum secara profesional dan transparan. ”Sehingga masyarakat tahu yang sesungguhnya. Jangan ada pembelokan sehingga keadilan gagal ditegakkan,” kata SBY.

Skenario besar
Koordinator tim kuasa hukum Antasari, Juniver Girsang, mengatakan, ada skenario besar di balik kasus pembunuhan Nasrudin. ”Ini ada skenario besar di balik kasus pembunuhan dan ada pihak lain yang ingin mengarahkan agar Antasari menjadi tersangka,” kata Jurniver.

Dia mengatakan, pemberitaan tentang Antasari menyangkut kasus pembunuhan Nasrudin dianggap berlebihan sehingga terkadang mendahului penyidik dan ada pula yang menyebutkan Antasari menjadi tersangka.

Menurut Girsang, tidak tertutup kemungkinan dalam kasus tersebut Antasari diarahkan sebagai tersangka karena ia sering mengungkap kasus korupsi dengan skala besar. Padahal, pihak penyidik Polda Metro Jaya memanggil Antasari sebagai saksi.

Antasari membantah semua opini yang terkait dengan kasus yang menimpanya. Atas tuduhan yang dikenakan terhadap dirinya, ia belum bisa menjawab mengenai substansi kasusnya karena baru Senin ini menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

”Saya penegak hukum dan sangat menghargai proses hukum. Terhadap opini itu saya membantah. Kalau substansi kasus saya tak bisa menjawab sekarang,” ujar Antasari. Ia juga menegaskan, masih berstatus sebagai saksi dalam surat pemanggilan dari Polda Metro Jaya. Orang nomor satu di KPK ini menyatakan didukung penuh oleh keluarga, terutama istrinya yang ikut memberi kekuatan menghadapi situasi ini.

”Istri dan anak saya yang memberi ketegaran, merekalah yang memberi saya ketegaran,” kata Antasari yang mengenakan jas warna hitam dipadu baju putih.

Antasari menyatakan siap diperiksa oleh pihak Polda Metro Jaya dan akan didampingi 10 pengacara yang tak lain teman-temannya sendiri. ”Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang selalu di belakang saya, memberi dukungan di saat-saat seperti ini,” katanya.

Ungkap kasus

Meski Manulang menilai Rani hanya sebagai umpan untuk menjebak Antasari, kemunculan perempuan ini kini ditunggu banyak pihak. Keberadaan perempuan yang diduga terlibat cinta segitiga itu kini misterius. Tak aneh jika blog Rani pun kini kebanjiran pengunjung, bahkan puluhan ribu pengakses telah mengunjungi ke blog perempuan ini.

Hingga kemarin blog Rani yang aktif sejak 28 November 2008 tercatat dikunjungi lebih dari 66.000 orang. Sejak Jumat pekan lalu, saat nama Antasari disebut sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung, komentar di blog Rani terus bermunculan.

Komentarnya di blog Rani beragam. Ada yang memaki-maki perempuan manis ini dan ada pula yang menunjukkan empati dengan memintanya bersabar. Yang terbanyak adalah komentar yang meminta Rani mau mengungkap kebenaran dalam kasus Nasrudin-Antasari.

Juga ada yang mewanti-wanti Rani agar berhati-hati dan mencari perlindungan. ”Hati-hati Rani, soalnya kamu saksi kunci, minta perlindungan ke pihak berwenang dan jangan mau diiming-imingi materi. Ikuti hati nuranimu dan ungkapkan apa yang sebenarnya terjadi,” tulis pengakses blog Rani. (akn/cel/nir/Ant)


Sumber: Kompas


Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

Kasus Antasari Umpan Balik dari "Lawan"-nya


Minggu, 3 Mei 2009 | 19:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Opini yang berkembang seputar kasus yang menimpa Antasari Azhar itu adalah skenario sekaligus umpan balik dari oknum yang tak menyukai gerakan pemberantasan korupsi yang dilancarkan Ketua KPK non aktif ini.

"Skenario yang dimaksud itu adalah opini-opini yang terbentuk selama ini. Langkah ini mungkin bisa jadi feedback dari orang-orang yang merasa terganggu dengan gerakan pemberantasan korupsi yang digemborkan Pak Antasari ini begitu fenomenal," ujar salah satu kuasa hukum Antasari Azhar, Juniver Girsang, seusai jumpa pers di rumah Antasari Azhar, Minggu (4/5).

Dijelaskan Girsang, aneka opini berkembang melalui pemberitaan media massa, salah satunya bahwa kasus yang menimpa Antasari ini bermotif asmara. Diduga Antasari dan Nasrudin memperebutkan seorang wanita yang kabarnya telah menikah siri dengan Nasrudin.

Seperti diberitakan, Direktur PT. PRB Nasrudin Zulkarnaen tewas dibunuh dua orang bersepeda motor seusasi bermain golf di Modernland, Tangerang, 14 Maret lalu.

"Padahal masalah ini adalah masalah hukum dan banyak hal ganjil dalam kasus ini, termasuk status Pak Antasari yang masih saksi, tapi diumumkan tersangka," jelas Girsang.

Keganjilan lain dalam kasus ini, misalnya instansi yang tidak berwenang menangani kasus ini justru menyebut mengatakan aktor intelektualnya adalah Antasari. "Ini masalah hukum biasa, sangat janggal dan tidak adil, Pak Antasari katakanlah bertindak sebagai aktor intelektual sementara ia belum pernah diperiksa sebagai saksi," kata Girsang.

"Sikap Kejaksaan yang mengumumkan status Antasari itu berlebihan, sedangkan yang berhak tentukan tersangka adalah Kepolisian. Tapi bagaimanapun Pak Antasari hormati semua proses kok," jelasnya.

Sementara itu, Antasari Azhar dalam jumpa pers siang ini telah menyatakan kesiapannya menghadapi pemeriksaan sebagai saksi besok pagi di Polda Metro Jaya. "Ya besok saya akan berangkat pukul 08.30 WIB dari rumah untuk penuhi panggilan Polda," ujar Antasari.

Ia akan didampingi oleh 10 pengacara yang tak lain teman dekat Antasari. Mereka berada di belakang Antasari dan istrinya, Ida Laksmiwati, saat jumpa pers yang digelar pukul 14.15 WIB ini. Beberapa diantaranya tampak Juniver Girsang, Ari Yusuf Amir, Farhat Abas, Denny Kailimang, Hotma Sitompul, Assegaf dan masih banyak lagi.

"Masih banyak pengacara kondang yang memberi dukungan, jadi ada beberapa inisiatif dari teman-teman tetapi ada pula yang diminta oleh Antasari," kata Girsang.

MYS

Sumber: Kompas


Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

Antasari Cuti Sampai Kasusnya Selesai

Minggu, 3 Mei 2009 | 16:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua KPK non aktif Antasari Azhar mengajukan cuti sementara karena kasus yang menimpa dirinya. Cuti ini diajukan setelah ia mendapat surat panggilan dari Polda Metro Jaya

"Sejak kemarin, sewaktu empat komisioner KPK ke sini, saya sampaikan sebagai pejabat negara sesuai dengan UU, maka saya saya nyatakan kepada komisioner saya mohon cuti. Dengan permohonan cuti itu, maka pimpinan KPK secara Presidium bergantian memimpin KPK," ujar Antasari saat jumpa pers di rumahnya, Jl Merbabu Blok A/31, Kompleks Giri Loka 2, Bumi Serpong Damai, Tangerang, siang ini.

Permohonan cuti ini, menurut Antasari, memang sudah seharusnya dilakukan oleh pejabat negara bila menghadapi suatu kasus hukum. "Saya sebagai penegak hukum harus memberi contoh karena tugas yang besar ini jangan tergantung pada perorangan. Maka untuk tidak mengganggu tugas-tugas maupun rencana strategis KPK, maka saya nyatakan kepada Komisioner saya mohon cuti," katanya.

Jangan Kendor
Dalam jumpa pers yang digelar di depan pintu rumahnya ini, Antasari mengatakan sebagai Ketua KPK yang tengah cuti tetap berpesan agar upaya pemberantasan korupsi tetap berjalan.

"Karena saya sedang cuti, tapi pemberantasan korupsi jangan berhenti dan jangan kendor tapi harus terus berjalan. Untuk itu saya mengharapkan agenda KPK terus jalan, begitu juga rekan di Kejaksaan dan kepolisian baik langkah penindakan atau pencegahan," jelasnya.

Ia mengatakan telah bersiap menghadapi pemeriksaan besok pagi di Polda Metro Jaya. "Ya besok saya sakan berangkat pukul 08.30 WIB dari rumah," ujar Antasari.

Ia akan didampingi oleh 10 pengacara yang tak lain teman dekat Antasari. Mereka berada di belakang Antasari dan istrinya, Ida Laksmiwati, saat jumpa pers. Beberapa di antaranya tampak Juniver Girsang, Farhat Abas, Denny Kailimang, Hotman Sitompul, dan Assegaf..


MYS

Sumber: Kompas


Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

Pembunuhan Direktur PRB 4 dari 9 Tersangka Orang Flores, Mayoritas Satpam

Senin, 04/05/2009 15:58 WIB

E Mei Amelia R, Didit Tri Kertapati – detikNews

Eksekutor Nasrudin (dok detikcom)

Jakarta - Sembilan tersangka kasus pembunuhan Direktur PT PRB Nasrudin Zulkarnaen sudah ditangkap polisi. Dari 9 orang itu, 4 orang dari Flores. Tiga dari empat orang itu berprofesi sebagai satpam.

"Tersangka yang sudah ditangkap berjumlah 9 orang," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono dalam jumpa pers di Main Hall Gedung Utama Polda Metro Jaya, Senin (4/5/2009). Namun, Kapolda menyebutkan kesembilan tersangka dengan inisial saja.

Data yang diterima detikcom, para pelaku itu itu terdiri dari 1 pejabat tinggi negara, 1 pengusaha, 1 perwira menengah polisi, 1 pengangguran, 2 pekerja swasta, dan 3 orang satpam. Mereka adalah Antasari Azhar (ketua KPK), Sigid Haryo Wibisono (Komisaris Utama PT PIM), Kombes Pol Wiliardi Wizar (polri/mantan Kapolres Jaksel), Heri Santosa (pengemudi Scorpio), Eduardus Ndopo alias Edo (penerima order pembunuhan dari Wiliardi Wizar), Jerry Hermawan LO (penghubung Edo kepada Wiliardi), Daniel Daen (penembak/eksekutor), Fransiskus Tadon Keran alias AMSI (pengendali lapangan), dan Hendrikus Kia Walen alias Hendrik (pemberi order kepada Fransiskus).

Berikut data lengkap pelaku yang didapatkan detikcom:

1. Daniel Daen
Tempat tanggal lahir: Flores, 2 Juli 1973
Agama: Katholik
Pendidikan: SD
Pekerjaan: Satpam Toko Buah Festifal Gandaria
Alamat: Pal Batu, Menteng Dalam Jakarta Selatan dan Desa Narasaonsina Kecamatan Larantuka Kabupaten Waiwerang NTT
Peran: Penembak/eksekutor

2. Heri Santosa alias Bagol bin Rasja
Tempat tanggal lahir: Bogor, 1 Januari 1975
Agama: Islam
Pendidikan: STM Penerbangan
Pekerjaan: Pengangguran
Alamat: Jalan Menteng Atas Selatan Gg III no 27 RT 10/04 Kelurahan Menteng Atas Kecamatan Setiabudi Jakarta Selatan dan Perum Griya Alam Sentosa Blok A No 3 Cileungsi Kabupaten Bogor
Peran: Pengendara sepeda motor/pilot saat penembakan

3. Fransiskus Tadon Keran alias AMSI
Tempat tanggal lahir: Flores, 23 November 1971
Agama: Katholik
Pendidikan: SMP
Pekerjaan: Security PT Yasun Litex
Alamat: Kompleks ABB Jalan Bungur Besar Raya nomor 53 Senen Jakarta Pusat dan Jalan Sanat Dalam RT 03/03 Tangki, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Pusat
Peran: Pengendali lapangan saat Survei dan penembakan serta pembeli senjata api

4. Hendrikus Kia Walen alias Hendrik
Tempat tanggal lahir: Flores, 27 Oktober 1972
Agama: Katholik
Pendidikan: S1 Ekonomi
Pekerjaan: security toko
Alamat: Jalan Menteng Atas no 1 Kelurahan Menteng Kecamatan Setiabudi Jakarta Selatan dan Perum Koperasi BUGN RT 003 RW 015 Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Depok
Peran: Pemberi order kepada Fransiskus

5. Eduardus Ndopo Mbete alias EDO
Tempat tanggal lahir: Flores, 29 November 1971
Agama: Kristen
Pekerjaan: Swasta
Pendidikan: S1
Alamat: Jl Kramat Pulo Gundul RT 009/09 Tanah Tinggi Johar Baru Jakarta Pusat dan Jl Raya Jatiluhur Gg Neman RT 03/06 Kecataman Jati Asih Bekasi.
Peran: Penerima order pembunuhan dari Wiliardi Wizar

6. Jerry Hermawan LO
Tempat: Medan, 22 November 1957
Agama: Buddha
Pekerjaan: Swasta
Pendidikan: SMA
Alamat: Perumahan Permata Buana Blok A.7 no 13 Jakarta Pusat
Peran: Penghubung Edo kepada Wiliardi

7. Sigid Haryo Wibisono
Tempat tanggal lahir: Semarang, 12 November 1966
Agama: Islam
Pekerjaan: Komisaris Utama PT Pers Indonesia Merdeka (PIM)
Pendidikan: S1 Ekonomi
Alamat: Jl Patiunus no 35 Kebayoran Baru Jakarta Selatan dan Jl Kerinci VIII RT 010/02 no 65 Kebayoran Baru Jakarta Selatan
Peran: Penyandang/pemberi dana kepada Williardi)

8. Williardi Wizar
Tempat tanggal lahir: Sibolga, 22 Maret 1960
Agama: Islam
Pendidikan: S1
Pekerjaan: Polri (berpangkat Kombes Pol, mantan Kapolres Jakarta Selatan)
Alamat: Perumahan Taman Ubud Permai no 23 Karawaci Tangerang)
Peran: Penghubung dan pemberi perintah kepada EDO

9. Antasari Azhar
Tempar tanggal lahir: Pangkal Pinang, 18 Maret 1953
Agama: Islam
Pekerjaan: Ketua KPK
Pendidikan: S2 hukum
Alamat: Perumahan Giri Loka II Jalan Gunung Merbabu Blok A/13 Bumi Serpong Damai (BSD Tangerang.
Peran: Otak pembunuhan/intellectual dader

Sumber: Detik News

(asy/nrl)




Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

Antasari Azhar Bantah Terlibat Asmara


Minggu, 3 Mei 2009 | 16:03 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) non aktif Antasari Azhar membantah bahwa dirinya terlibat asmara dengan Rani Julianti (22) yang pernah menikah secara siri dengan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen.

"Masalah itu tidak benar, hanya rumor yang berkembang ada hubungan dengan wanita lain, dan hal ini perlu diluruskan," kata Antasari Azhar di Tangerang, Minggu (3/5).

Antasari mengatakan masalah itu dalam jumpa wartawan di depan rumahnya di jalan Gunung Merbabu Blok A-11 No 13 Kompleks Giriloka II Perumahan Bumi Serpong Damai (BSD) Kota Tangerang Selatan, Banten.

Sedangkan Antasari didampingi istrinya Ida Lakmiwati dan sejumlah pengacara diantaranya Deni Kailimang, Farhat Abas, Juniver Girsang dan hadir juga bintang sinetron Anwar Fuadi.

Menurut dia, kini telah berkembang rumor yang berupaya untuk menghilangkan masalah sebenarnya, yakni soal korupsi dengan berupaya untuk menonjolkan persoalan lain termasuk masalah pembunuhan.

Antasari menyatakan masalah itu karena dirinya dihubungkan dengan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen yang tewas akibat diberondong peluru oleh dua pengendara sepeda motor setelah bermain golf di Lapangan Modernland Tangerang 14 Maret 2009.

Antasari akan dijadikan saksi oleh penyidik Polda Metro Jaya dan didengar kesaksiannya Senin (4/5), termasuk kesaksian tentang hubungan nyadengan Rani Julianti (22) yang pernah menikah siri dengan Nasrudin.

Namun begitu, dirinya tidak mau mengomentari tentang adanya rumor tersebut yang dianggap tidak benar dan telah menyimpang dari persoalan hukum sebenarnya.

Walau demikian, pihaknya tetap menghargai proses hukum dan akan menjelaskan kepada penyidik Polda Metro Jaya Senin (4/5).

Menurut dia, dalam menghadapi kasus pembunuhan tersebut dirinya telah mengajukan cuti sehingga proses penyidikan lain menyangkut korupsi tetap dijalani anggota dan Wakil Ketua KPK.

Ia menambahkan tidak boleh kendur dalam memberantas korupsi apalagi berhenti dan terus dijalani sesuai aturan hukum yang berlaku.

Meski begitu, dirinya masih tetap tabah dalam menghadapi masalah ini karena mendapat dukungan penuh dari keluarga maupun istrinya.

BNJ
Sumber : Antara

Sumber: Kompas



Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

Istri Antasari Mengaku Sering Diteror


Minggu, 3 Mei 2009 | 15:55 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com - Istri Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif Antasari Azhar, Ida Laksmiwati hampir tiap hari menerima teror dari pihak yang tidak bertanggung jawab, apalagi setelah kasus tewasnya Nasrudin Zulkarnaen.

"Hampir tiap hari saya menerima teror, hal itu sudah merupakan hal biasa, terutama bila suami sedang menangani kasus korupsi," kata Ida Laksmiwati di Tangerang, Minggu.

Istri mantan Kajari Jakarta Selatan itu memberikan keterangan pers di depan rumahnya di Jalan Gunung Merbabu Blok A-11 No.13, Kompleks Giriloka II Perumahan Bumi Serpong Damai (BSD) didampingi suami dan sejumlah pengacara.

Turut dalam jumpa wartawan tersebut beberapa pengacara Antasari seperti Juniver Girsang, Deni Kailimang, Farhat Abas, dan bintang sinetron Anwar Fuadi.

Dia menambahkan, tidak percaya dengan rumor yang terjadi belakangan bahwa suaminya ada hubungan dengan wanita lain, apapun yang terjadi dan dihadapi suami tetap mempercayai.

Dalam usia pernikahan yang sudah dijalani selama 26 tahun, katanya, teror ataupun upaya lain yang sifatnya mengancam sudah sering diterima, namun tetap tegar menghadapi dan selalu setia mendampingi suami.

Istri mantan Kajati Sumatera Barat itu menambahkan, selalu mendoakan agar suaminya tabah dalam menjalankan tugas dan tidak mudah tergoda dengan berbagai rayuan apalagi bila menyangkut pemberantasan korupsi.

ABI
Sumber : Ant

Sumber: Kompas


Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

Antasari Tegar Didampingi Istri


Minggu, 3 Mei 2009 | 15:09 WIB

TENGERANG, KOMPAS.com - Antasari Azhar membantah semua opini yang terkait dengan kasus yang menimpanya. Atas tuduhan yang dikenakan terhadap dirinya, ia belum bisa menjawab mengenai substansi kasus saat ini karena baru besok menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya.

Dalam jumpa pers di rumahnya siang ini, ia didampingi istrinya, Ida Laksmiwati terlihat tegar. Antasari mendapat panggilan dari Polda Metro Jaya untuk bertindak sebagai saksi dalam kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PT PRB) Nasrudin Zulkarnaen pada Senin (4/5) pukul 10.00 WIB.

"Saya penegak hukum dan saya sangat menghargai proses hukum,terhadap opini itu saya membantah, kalau substansi kasus saya tak bisa menjawab sekarang," ujar Ketua KPK non aktif Antasari Azhar saat jumpa pers di rumahnya Kompleks Perumahan Giri Loka 2, Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, Minggu (3/5).

Antasari tak mau membahas substansi kasus karena terkait hal itu baru akan ditanyakan penyidik besok di Polda Metro Jaya. "Mengenai substansi kasus belum bisa saya sampaikan sekarang karena saya belum tahu materi apa yang ditanyakan, karena perlu saya tegaskan opini itu tidak benar dan tidak benar ini tak perlu diperdebatkan. Ada saatnya nanti proses yang akan menentukan," ujarnya.

Antasari juga menegaskan masih berstatus sebagai saksi dalam surat pemanggilan dari Polda Metro Jaya. Orang nomor satu di KPK ini menyatakan didukung penuh oleh keluarga terutama istrinya yang ikut memberi kekuatan menghadapi situasi ini.

"Istri dan anak saya yang memberi ketegaran, merekalah yang memberi saya ketegaran," kata Antasari yang siang ini mengenakan jas warna hitam dipadu baju putih.

Ia menyatakan siap diperiksa oleh pihak Polda Metro Jaya dan akan didampingi 10 pengacara yang tak lain teman-temannya sendiri. "Saya ucapkan terima kasih kepada teman-teman yang selalu di belakang saya, memberi dukungan di saat-saat seperti ini," katanya.

MYS

Sumber: Kompas


Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

Antasari Cuti Sampai Kasusnya Selesai


Minggu, 3 Mei 2009 | 16:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua KPK non aktif Antasari Azhar mengajukan cuti sementara karena kasus yang menimpa dirinya. Cuti ini diajukan setelah ia mendapat surat panggilan dari Polda Metro Jaya

"Sejak kemarin, sewaktu empat komisioner KPK ke sini, saya sampaikan sebagai pejabat negara sesuai dengan UU, maka saya saya nyatakan kepada komisioner saya mohon cuti. Dengan permohonan cuti itu, maka pimpinan KPK secara Presidium bergantian memimpin KPK," ujar Antasari saat jumpa pers di rumahnya, Jl Merbabu Blok A/31, Kompleks Giri Loka 2, Bumi Serpong Damai, Tangerang, siang ini.

Permohonan cuti ini, menurut Antasari, memang sudah seharusnya dilakukan oleh pejabat negara bila menghadapi suatu kasus hukum. "Saya sebagai penegak hukum harus memberi contoh karena tugas yang besar ini jangan tergantung pada perorangan. Maka untuk tidak mengganggu tugas-tugas maupun rencana strategis KPK, maka saya nyatakan kepada Komisioner saya mohon cuti," katanya.

Jangan Kendor
Dalam jumpa pers yang digelar di depan pintu rumahnya ini, Antasari mengatakan sebagai Ketua KPK yang tengah cuti tetap berpesan agar upaya pemberantasan korupsi tetap berjalan.

"Karena saya sedang cuti, tapi pemberantasan korupsi jangan berhenti dan jangan kendor tapi harus terus berjalan. Untuk itu saya mengharapkan agenda KPK terus jalan, begitu juga rekan di Kejaksaan dan kepolisian baik langkah penindakan atau pencegahan," jelasnya.

Ia mengatakan telah bersiap menghadapi pemeriksaan besok pagi di Polda Metro Jaya. "Ya besok saya sakan berangkat pukul 08.30 WIB dari rumah," ujar Antasari.

Ia akan didampingi oleh 10 pengacara yang tak lain teman dekat Antasari. Mereka berada di belakang Antasari dan istrinya, Ida Laksmiwati, saat jumpa pers. Beberapa di antaranya tampak Juniver Girsang, Farhat Abas, Denny Kailimang, Hotman Sitompul, dan Assegaf..



MYS

Sumber: Kompas



Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

Antasari Penuhi Panggilan Polisi


Senin, 4 Mei 2009 | 10:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif, Antasari Azhar, memenuhi panggilan Polda Metro Jaya, Senin (4/5) pukul 09.45, dengan didampingi tim pengacaranya.

Antasari yang mengenakan baju putih dan celana hitam tampak segar serta sempat melempar senyum saat wartawan menyapanya. Ia turun di depan tahanan Reserse dan Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Metro Jaya didampingi empat pengacaranya, Ari Yusuf Amir, M Assegaf, Juniver Girsang, dan Farhat Abbas.

Saat ini Antasari tengah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polda. Antasari diperiksa sebagai saksi dalam kasus pembunuhan terhadap Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin berdasarkan surat panggilan dari Polda Metro Jaya bernomor S.Plg/8429/V/2009/Dit Reskrimum yang diterimanya pada Jumat.

Dalam kasus ini Polda Metro Jaya telah menangkap dan memeriksa sembilan tersangka, termasuk Komisaris PT Pers Indonesia Merdeka Sigid Haryo Wibisono.

Nasrudin adalah Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, cucu perusahaan BUMN Rajawali Nusantara Indonesia. Dia ditembak di kepalanya seusai bermain golf di kawasan Modernland, Tangerang, 14 Maret 2009.

MYS

Sumber: Kompas



Bookmark and Share


Klik selengkapnya...

Antasari Azhar Resmi Tersangka


Senin, 4 Mei 2009 | 17:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono mengumumkan bahwa status Antasari Azhar sudah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan. Namun, ia tak menyebut motif dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen karena pemeriksaan masih berlangsung.

"Berdasar pemeriksaan yang berlangsung tadi, maka ia telah dinaikkan statusnya sebagai tersangka. Tetapi kita tunggu hasil pemeriksaan selanjutnya apakah ditahan atau tidak tergantung hasil pemeriksaan hari ini," ujar Wahyono dalam jumpa pers sore ini di Polda Metro Jaya.

Namun, Wahyono tak menjelaskan alasan penetapan tersangka Antasari Azhar. "Saya belum bisa menjawab pertanyaan itu, tapi dari keterangan-keterangan terperiksa sebelumnya, dari peristiwa awal hingga SHW (Sigid Haryo Wibisono) mereka mengaku mendapat pekerjaan dari AA (Antasari Azhar)," papar Wahyono.

Dalam jumpa pers ini juga dihadiri Kadiv Propam Mabes Polri Kombes Oegroseno, Dir Reskrimum Polda Metro Jaya Komisaris Besar M Iriawan, Dir I Keamanan Trans Nasional Bareskrim Mabes Polri Brigjen Bachtiar Tambunan, dan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira, Jakarta, Senin (4/5).

Wahyono tak menjelaskan penahanan terhadap Antasari. Ia hanya menyebutkan menunggu pemeriksaan Antasari Azhar selesai. "Ya surat penahanan tunggu hingga nanti selesai," katanya.

MYS

Sumber: Kompas

Klik selengkapnya...

Blogger template 'Purple Mania' by Ourblogtemplates.com 2008

Jump to TOP